BeritaKab.SiakPendidikan

Diduga SMK YPPI Tualang Jual Belikan Buku LKS

141
×

Diduga SMK YPPI Tualang Jual Belikan Buku LKS

Sebarkan artikel ini

SIAK (FI) – Diduga SMKS(Sekolah Menengah Kejuruan Swasta) YPPI (Yayasan Pendidikan Persada Indah) yang beralamat di Jl sepuluh komp perumahan persada indah Kelurahan Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak diduga jual belikan (LKS) Lembar Kerja Siswa, menjadi keluhan dari siswa maupun wali murid. Selasa (30/04/2024)

Menurut informasi yang dihimpun, SMKS YPPI Tualang yang saat ini memiliki lebih dari 500 orang peserta didik tersebut mendapat keluhan dari beberapa siswa, mulai dari pembelian buku LKS, SPP yang amat tinggi yakni Rp. 350.000/bulan, maupun pembayaran biaya sebelum melaksanakan praktik atau magang.

Sebagaimana diketahui, sekolah Negeri, Swasta maupun yayasan dilarang melakukan praktik jual beli buku dan LKS. Larangan tersebut diatur tegas di pasal 181a Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, yang menyatakan pendidik dan tenaga kependidikan, baik perorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, Lks, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, seragam sekolah, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan.

Namun sayangnya surat edaran tersebut terkesan tidak berlaku di SMKS YPPI Tualang.

Hal ini dibenarkan oleh siswa SMKS YPPI Tualang yang tidak ingin disebutkan namanya, dirinya mengungkapkan bahwa setiap siswa masih diharuskan untuk membeli buku LKS oleh pihak sekolah.

“Setiap tahun kami selalu membeli LKS dari sekolah, ketika saya kelas X, saya dua kali dalam setahun membeli bulu LKS dengan nominal Rp. 80.000 dan sekaran kelas XI baru sekali membeli dengan harga 84.000 untuk 12 LKS,” katanya menjelaskan.

Selain LKS, dirinya juga mengeluhkan tentang biaya SPP sebesar 350.000/bulan dan pembayaran uang praktik atau magang yang harus dibayarkan sangat membebani dikarenakan sangat mahal.

“Belum lagi SPP yang 350.000/bulan dan uang praktik magang yang harus dibayar pak, sementara orang tua kami hanya pekerja subkontraktor di PT IKPP, jadi itu sangat berat bagi orang tua kami pak,” katanya sambil menundukkan kepala.

Sementara itu, awak media ini sudah berupaya untuk menghubungi Kepala Sekolah SMKS YPPI Tualang, namun sampai berita ini diterbitkan, kepala sekolah tersebut belum menjawab maupun membalas pesan dari awak media ini. (Muliya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *