BeritaKab.SiakLingkungan

Puluhan Rumah Masyarakat Tualang Pecah Serta Retak Akibat Aktifitas Eks PT Surya Dumai

×

Puluhan Rumah Masyarakat Tualang Pecah Serta Retak Akibat Aktifitas Eks PT Surya Dumai

Sebarkan artikel ini

Perawang (FI) – Puluhan rumah masyarakat pecah dan retak akibat aktifitas perusahaan PT Surya Dumai Perawang yang pada saat ini membongkar lantai beton dengan menggunakan alat berat, dan pecahan beton tersebut dijual oleh perusahaan, yang berlangsung di lokasi PT Surya Dumai Jl Bathin Galang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Kamis (25/07/2024)

Terlihat jelas pada lokasi eks PT Surya Dumai tersebut, ada satu unit alat berat jenis excavator sedang mengeruk lantai beton, sambil membanting pecahan beton berukuran sangat besar ketanah agar menjadi pecahan yang lebih kecil.

Diketahui, lokasi pekerjaan tersebut sangat dekat dengan permukiman masyarakat, hanya berjarak puluhan meter saja, sehingga sangat terasa getaran jika batu beton tersebut dijatuhkan dari atas ke lantai menggunakan alat berat.

 

Hal ini membuat masyarakat sekitar geram dengan kegiatan pekerjaan tersebut, Ani (nama samaran) mengatakan bahwa akibat dari pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Surya Dumai tersebut, bangunan rumahnya banyak yang retak.

“Lihatlah rumah kami, semenjak adanya kegiatan pekerjaan tersebut, banyak dinding rumah kami yang pecah bahkan retak,” katanya.

Dirinya juga mengatakan bahwa selain suara bising, getaran juga sangat terasa jika alat berat tersebut sedang menjatuhkan beton besar kelantai, sehingga dirinya bersama warga yang lain mengkalim bahwa penyebap bangunan rumah masyarakat retak akibat dari pekerjaan yang dilaksanakan oleh perusahaan tersebut, dirinya juga meminta agar pihak yang melakukan pekerjaan tersebut untuk bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga sekitar.

Diketahui pecahan beton dari eks PT Surya Dumai tersebut dijual ke daerah kecamatan koto gasib, tepatnya kepada Koperasi Rimba Mutiara.

Sampai berita ini diterbitkan, awak media ini masih berusaha menghubungi pimpinan perusahaan yang bernama Heru Subagio sesuai dengan bukti pengiriman pembayaran pecahan batu tersebut. (Muliya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *