BeritaKab.PelalawanPOLRI

Polsek Tualang Gelar Penyuluhan Pencegahan KDRT dan Kekerasan Seksual Anak di Pinang Sebatang Timur

×

Polsek Tualang Gelar Penyuluhan Pencegahan KDRT dan Kekerasan Seksual Anak di Pinang Sebatang Timur

Sebarkan artikel ini

SIAK,Fokusinvestigasi.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Tualang, jajaran Polres Siak, sukses menyelenggarakan kegiatan penyuluhan pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Acara yang berlangsung pada Rabu, 11 Juni 2025, pukul 09.00 WIB, ini diadakan di Gedung Serbaguna Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

Penyuluhan ini merupakan bentuk komitmen Polsek Tualang dalam melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak, dari tindak kekerasan. Laporan kegiatan ini disampaikan langsung oleh Kapolsek Tualang kepada Kapolres Siak, dengan tembusan kepada Waka Polres Siak, Kabag Ops Res Siak, dan para PJU Polres Siak.

Acara penyuluhan ini mendapat sambutan positif dan dihadiri oleh berbagai pihak penting, menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan kekerasan. Beberapa di antaranya adalah: Rudi Vivi Hendri, S.T. (Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Tualang), Sudarno (Kepala Desa Pinang Sebatang Timur), Syofi Yardi (Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) Desa Pinang Sebatang Timur), AIPDA MARKUS TELAUMBANUA (Ps. Panit 3 Reskrim Polsek Tualang, mewakili Kapolsek Tualang), Anggota Unit Reskrim Polsek Tualang, Para Ketua RW dan RT se-Kampung Pinang Sebatang Timur.

Kegiatan penyuluhan ini dimulai dengan susunan acara yang terstruktur, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, dilanjutkan dengan pembukaan dan pembacaan doa.

Sambutan Hangat dari Kepala Desa Pinang Sebatang Timur
Bapak Sudarno, Kepala Desa Pinang Sebatang Timur, membuka acara dengan senyum ramah, menyambut setiap tamu yang hadir.

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,” sapanya, suaranya mantap memenuhi ruangan. “Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadirin sekalian yang saya hormati. Sebuah kehormatan bagi kami bisa menyelenggarakan kegiatan yang amat penting ini di kampung kita tercinta. Hari ini, kita berkumpul bukan sekadar untuk mendengarkan, tapi untuk belajar, untuk membuka mata hati kita terhadap persoalan yang seringkali tersembunyi di balik dinding rumah tangga.” Katanya.

Ia melanjutkan, “KDRT dan kekerasan seksual pada anak adalah luka yang tak terlihat, yang bisa merusak masa depan generasi kita. Kampung Pinang Sebatang Timur harus menjadi kampung yang aman, yang nyaman, tempat anak-anak kita tumbuh dengan senyum, bukan dengan rasa takut. Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah awal untuk saling menjaga, saling peduli, dan berani bersuara jika melihat ada yang tidak beres. Karena keamanan kampung ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Rudi Vivi Hendri, S.T., Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kessos) Kecamatan Tualang, dalam penyuluhan KDRT dan kekerasan seksual anak di Pinang Sebatang Timur pada menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam melindungi kelompok rentan. Dalam sambutannya yang penuh makna, Rudi Vivi menekankan pentingnya kolaborasi dan kesadaran masyarakat.

“Kita semua sadar bahwa rumah adalah fondasi pertama bagi setiap individu. Namun, ketika rumah menjadi tempat ketakutan, bukan lagi tempat yang aman, di situlah peran kita bersama sangat dibutuhkan,” ujar Rudi Vivi

Ia menyoroti dampak jangka panjang dari kekerasan yang seringkali luput dari perhatian.

“Kekerasan dalam rumah tangga, apalagi kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, adalah luka yang membekas tak hanya secara fisik, tapi juga mental dan psikologis. Ini bisa merenggut masa depan cerah anak-anak kita, generasi penerus bangsa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rudi Vivi menegaskan bahwa pencegahan adalah kunci utama. “Penyuluhan hari ini bukan sekadar seremoni, ini adalah langkah nyata kita untuk membekali diri dengan pengetahuan. Kita harus berani bicara, berani melaporkan, dan berani melindungi. Jangan biarkan ketidaktahuan atau rasa takut menghalangi kita untuk bertindak. Pemerintah Kecamatan Tualang, bersama dengan kepolisian dan seluruh elemen masyarakat, berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga, terutama bagi perempuan dan anak-anak,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa investasi terbesar bagi suatu daerah adalah pada sumber daya manusianya. “Melindungi anak-anak dari kekerasan adalah investasi terbesar kita untuk masa depan Pinang Sebatang Timur, untuk masa depan Tualang, dan untuk masa depan Indonesia. Mari bersama-sama kita jadikan kampung ini contoh, di mana setiap anak bisa tumbuh dan berkembang tanpa bayang-bayang kekerasan,” pungkasnya sambil mengakhiri.

Setelah sambutan dari Kepala Desa, giliran AIPDA Markus Telaumbanua, Ps. Panit 3 Reskrim Polsek Tualang, yang mewakili Kapolsek Tualang, maju ke depan. Dengan seragam dinasnya yang rapi, ia menyampaikan pesan dengan lugas namun penuh empati.

“Selamat pagi Bapak dan Ibu sekalian, salam sejahtera untuk kita semua. Saya berdiri di sini mewakili Bapak Kapolsek Tualang, yang sedianya ingin hadir langsung namun berhalangan. Kami dari Polsek Tualang sangat mengapresiasi semangat dan antusiasme Bapak dan Ibu sekalian dalam mengikuti penyuluhan ini.”
AIPDA Markus menyoroti pentingnya peran masyarakat.

“Tugas kami sebagai aparat kepolisian bukan hanya menindak pelaku kejahatan, tapi juga mencegah kejahatan itu sendiri. Dan pencegahan terbaik adalah dimulai dari lingkungan terkecil kita: keluarga dan komunitas. KDRT dan kekerasan seksual pada anak adalah tindak pidana serius yang tidak boleh ditoleransi. Kami ingin Bapak dan Ibu tahu bahwa Polsek Tualang selalu siap sedia 24 jam untuk menerima laporan dan memberikan perlindungan. Jangan takut, jangan ragu untuk melapor jika Anda menjadi korban atau menyaksikan tindak kekerasan ini,” tambahnya.

Ia menekankan kembali, “Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. Setiap rumah tangga harus menjadi tempat yang damai, bukan medan pertempuran. Mari kita bangun benteng perlindungan untuk anak-anak kita, dengan pengetahuan yang kita dapatkan hari ini, dan dengan keberanian untuk bertindak. Mari bersama-sama kita wujudkan Pinang Sebatang Timur yang bebas dari kekerasan,” tutupnya.

Sesi penyampaian materi menjadi inti dari kegiatan ini, di mana peserta mendapatkan informasi penting mengenai jenis-jenis KDRT, dampak kekerasan seksual terhadap anak, serta langkah-langkah pencegahan dan pelaporan.

Penyuluhan yang berlangsung selama sekitar 2,5 jam ini, berakhir pada pukul 11.30 WIB, berjalan dengan lancar, baik, dan aman terkendali. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga, terutama bagi perempuan dan anak-anak di Kabupaten Siak. (Muliya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *