SIAK,Fokusinvestigasi.com – Kabar duka kerusuhan sengketa lahan antara masyarakat Kampung Tumang dan PT Surya Sumber Lestari (SSL) meninggalkan luka mendalam, terutama bagi para korban yang kini harus tinggal di tenda pengungsian.
Namun, di tengah keterpurukan, secercah harapan datang dari Polres Siak yang sigap menggelar kegiatan Trauma Healing untuk memulihkan kondisi psikologis warga terdampak.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 14 Juni 2025, pukul 10.00 WIB ini, bertempat di tenda penampungan sementara PT SSL.
Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra, S.H., S.I.K., M.Si, melalui Kasat Lantas Polres Siak AKP Kaliman Siregar, S.H., M.H., menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat.
Puluhan personel Polres Siak, termasuk Kasat Binmas AKP M. Fajri, S.H., M.H., serta jajaran Polwan seperti Aipda Lidya Alova, Bripka Sri Widya, Brigadir Rohaya Makdalena, Brigadir Serli Yona, dan Brigadir Delima Sihombing, turut serta dalam kegiatan ini. Mereka tak hanya datang dengan seragam dinas, melainkan juga dengan hati yang tulus untuk menenangkan dan menguatkan.
Suasana haru menyelimuti tenda pengungsian saat personel Polres Siak mendekat. Fokus utama Trauma Healing ini adalah ibu-ibu dan anak-anak yang menjadi saksi mata sekaligus merasakan langsung dampak kerusuhan.
Layanan konseling pun diberikan, menjadi ruang aman bagi mereka untuk mencurahkan kegelisahan dan trauma yang menghantui.
Tak hanya konseling, kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai hiburan ringan.
Tawa riang anak-anak kembali pecah saat mereka diajak bermain bersama, menerima pembagian boneka dan mobil-mobilan. Camilan dan susu pun turut dibagikan, bukan hanya sekadar makanan, melainkan simbol perhatian dan dukungan moral yang sangat berarti.
“Kami hadir untuk menenangkan, mendengar, dan menguatkan. Trauma Healing ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang berduka,” tegas AKP M. Fajri, dengan sorot mata penuh empati.
Hasilnya sungguh menggembirakan. Perlahan, suasana di tenda penampungan berubah menjadi lebih ceria. Anak-anak yang semula terlihat cemas dan murung, kini tampak lebih riang. Para ibu pun merasa lebih tenang setelah mendapatkan kesempatan untuk bercerita dan didengarkan dengan saksama.
Kegiatan ini memiliki tujuan mulia:
* Mengurangi trauma psikologis, khususnya pada anak-anak dan perempuan korban kerusuhan.
* Menumbuhkan kembali semangat dan kebahagiaan di tengah suasana krisis.
* Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri, yang tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan.
Selama kegiatan berlangsung, lokasi pengungsian tetap aman dan kondusif. Kehadiran aparat disambut hangat oleh warga, menunjukkan bahwa mereka merasa diperhatikan dan tidak dibiarkan sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit ini.
“Dengan kegiatan ini, Polres Siak menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada pengamanan semata, melainkan juga meliputi pemulihan sosial dan psikologis masyarakat. Trauma Healing ini diharapkan menjadi awal dari proses penyembuhan kolektif yang lebih luas,” tutup AKP Kaliman Siregar, menegaskan komitmen Polri untuk terus mendampingi masyarakat. (Muliya)
























