Siak,FokusInvestigasi.com – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maredan Barat 2 bersama Yayasan Bunga Indonesia Raya (BIR) angkat bicara dan membantah keras pemberitaan yang menyebutkan adanya pemecatan secara sepihak dan arogan terhadap empat pekerja dapur di Kecamatan Tualang. Selasa (9/6)
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Ka SPPG) Maredan Barat 2, Abel Agraprana, menegaskan bahwa pengurangan atau pemberhentian pekerja tersebut dilakukan bukan tanpa alasan yang jelas. Menurutnya, keputusan itu diambil murni berdasarkan hasil evaluasi kinerja, di mana ada pekerja yang kerap sakit-sakitan hingga sering lalai dalam mengemban tanggung jawab.
“Pemecatan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah investor seperti yang diisukan. Kami secara tegas menyatakan bahwa pihak SPPG selalu mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan pekerjaan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini,” ujar Abel memberikan klarifikasi, Selasa (9/6/2026).
Senada dengan Abel, Yayasan Bunga Indonesia Raya (BIR), Erlina Ader Nasution, sangat menyayangkan narasi sepihak yang beredar sebelumnya. Erlina mengungkapkan bahwa secara personal, dirinya selalu menganggap seluruh relawan dan pekerja dapur seperti keluarga kandungnya sendiri.
Meski demikian, Erlina mengingatkan bahwa dalam ranah profesional, aturan ketat harus tetap ditegakkan demi kelancaran program pemenuhan gizi masyarakat.
“Di dalam pekerjaan, kita harus tetap profesional dan tidak bisa sesuka hati. Di mana pun tempat kita bekerja, pasti memiliki regulasi dan peraturan masing-masing yang wajib ditaati,” tegas Erlina.
Erlina juga meminta kepada penulis berita agar lebih bijak dan berimbang (cover both sides) dalam memberikan informasi kepada publik. Hal ini penting agar produk jurnalistik yang dihasilkan tetap objektif dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak manajemen menegaskan bahwa operasional SPPG Maredan Barat 2 tetap berjalan kondusif, profesional, dan fokus pada pelayanan program strategis pemerintah tanpa terganggu oleh isu internal yang tidak benar. (Muliya)





























