SIAK,FokusInvestigasi.com – Kehadiran aktivitas industri baru di kawasan Pelabuhan Pelindo Regional 1 Petikemas Perawang kini tengah menjadi sorotan tajam. PT Kharisma Inti Mitra Indonesia (KIMI), perusahaan yang bergerak di bidang stockpile (penumpukan) cangkang sawit, diketahui telah beroperasi selama kurang lebih dua bulan terakhir. Namun, di balik deru mesin industri tersebut, terselip kekecewaan dari otoritas kampung setempat. (4/4)
Kepala Kampung Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Sudarno, menyatakan keprihatinannya terkait pola komunikasi yang dijalankan oleh pihak manajemen PT KIMI. Menurutnya, sebagai wilayah yang bersentuhan langsung dengan lokasi operasional, pihak kampung justru merasa “dilompati”.
“Sejauh ini perusahaan tersebut belum pernah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah kampung. Kami menyayangkan sikap manajemen yang seolah menutup mata terhadap keberadaan struktur pemerintahan di sini,” ujar Sudarno saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.
Bukan sekadar masalah administratif koordinasi, Sudarno juga menyoroti minimnya dampak positif ekonomi bagi warga asli Kampung Pinang Sebatang Timur. Hingga saat ini, belum ada masyarakat setempat yang diberdayakan atau direkrut untuk bekerja di perusahaan tersebut.
“Yang sangat kami sesalkan adalah tidak adanya masyarakat Kampung Pinang Sebatang Timur yang diberdayakan bekerja di sana. Padahal, harapan kami setiap investasi yang masuk ke wilayah ini bisa memberikan nilai tambah bagi ekonomi warga sekitar, bukan hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” tegasnya.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, PT KIMI yang diketahui milik pengusaha bernama Jimi dan dikelola oleh Fajar sebagai pengawas lapangan, memanfaatkan lahan di dalam area strategis Pelabuhan Pelindo.
Ketidakjelasan ini diperkuat dengan sikap bungkam dari pihak operasional. Fajar, selaku pengawas lapangan PT KIMI, enggan memberikan penjelasan mendetail saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai komitmen sosial perusahaan terhadap warga lokal.
Masyarakat Kabupaten Siak, khususnya di wilayah Pinang Sebatang Timur, berharap setiap investasi yang memanfaatkan fasilitas vital seperti pelabuhan dapat berjalan transparan.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya meminta klarifikasi lebih lanjut dari pihak manajemen pusat PT KIMI. (Muliya)
























