Jambi (fokusinvestigasi.com) – Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Kota Jambi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi pada Kamis (20/3/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes keras terhadap dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di Terminal Truk Pal 10, Kota Jambi.
Dalam aksi tersebut, puluhan anggota AWaSI Kota Jambi menyampaikan tuntutan agar Kepala Dishub Kota Jambi, Saleh Ridho, segera mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka menuding Saleh Ridho terlibat dalam praktik pungli yang meresahkan para sopir truk di Terminal Pal 10.
“Kami memiliki bukti-bukti kuat terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum di Dishub Kota Jambi. Praktik ini sudah berlangsung lama dan sangat merugikan para sopir truk,” tegas Jainal, koordinator aksi.
Jainal menjelaskan bahwa dugaan pungli terjadi dalam proses masuknya truk ke terminal, dengan modus permintaan biaya distribusi yang tidak jelas peruntukannya. Selain itu, mereka juga menemukan adanya pungutan liar untuk biaya parkir dan distribusi di jalan-jalan Kota Jambi.
“Kami mempertanyakan, apakah pungutan-pungutan ini masuk ke dalam pendapatan asli daerah (PAD) Kota Jambi atau justru masuk ke kantong pribadi oknum-oknum tertentu,” ujar Jainal.
AWaSI Kota Jambi juga mendesak Wali Kota Jambi, Maulana, untuk segera mengevaluasi kinerja Saleh Ridho dan mencopotnya dari jabatan Kepala Dishub Kota Jambi. Mereka menilai, Saleh Ridho tidak mampu mengawasi dan menertibkan bawahannya, sehingga praktik pungli terus terjadi.
“Kami akan segera melaporkan dugaan pungli ini ke Tim Saber Pungli Polda Jambi. Kami berharap, laporan ini dapat ditindaklanjuti secara serius dan praktik pungli di Dishub Kota Jambi dapat diberantas hingga tuntas,” pungkas Jainal.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung cukup tegang, namun tetap kondusif. Para anggota AWaSI Kota Jambi berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan menuntut keadilan bagi para sopir truk yang menjadi korban pungli.
(Yulfi)





























