BeritaSIAK

Defisit Anggaran Hantam Kegiatan Syiar Islam, MTQ Seluruh Desa dan Kecamatan di Siak Tak Digelar Tahun 2025

×

Defisit Anggaran Hantam Kegiatan Syiar Islam, MTQ Seluruh Desa dan Kecamatan di Siak Tak Digelar Tahun 2025

Sebarkan artikel ini

Siak,FokusInvestigasi.com – Kabar mengejutkan datang dari kancah syiar Islam di Kabupaten Siak. Seluruh rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun 2025 di tingkat desa dan kecamatan se kabupaten Siak dipastikan batal terlaksana. Selasa (30/9)

Keputusan ini menjadi sorotan mengingat MTQ merupakan agenda rutin tahunan yang selama ini menjadi tradisi dan wadah pembinaan generasi Qur’ani di Siak.

Pembatalan MTQ di tingkat bawah ini dikaitkan kuat dengan kondisi defisit anggaran yang tengah dialami Pemerintah Kabupaten Siak.

Kondisi fiskal daerah diketahui sedang menghadapi tantangan berat, termasuk kewajiban melunasi tunda bayar dari tahun anggaran sebelumnya.

Husni Merza, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Siak, membenarkan informasi ini saat dikonfirmasi oleh awak media melalui sambungan telepon WhatsApp.

kemungkinan besar MTQ di tingkat desa dan kecamatan pada tahun 2025 ini tidak terlaksana. Kemungkinan, hal ini dikarenakan adanya defisit anggaran yang cukup signifikan di Pemkab Siak,” ujar Husni Merza.

“Untuk detail dan kebijakan anggaran lebih lanjut, kami sarankan agar langsung dikonfirmasi ke pihak Pemerintah Kabupaten Siak,” tambahnya.

MTQ, yang biasanya menjadi ajang seleksi berjenjang hingga ke tingkat kabupaten dan provinsi, kini terhenti. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan tokoh agama dan pembina qari-qari’ah terkait keberlanjutan pembinaan dan motivasi para santri.

Berdasarkan penelusuran, defisit anggaran Pemkab Siak memang telah menjadi isu sentral. Sejumlah program dan kegiatan yang tidak termasuk prioritas utama terpantau harus ditunda atau dibatalkan. Pemerintah daerah diketahui tengah fokus pada efisiensi anggaran demi kepentingan dasar rakyat dan pelunasan kewajiban yang tertunda.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, dalam beberapa kesempatan rapat kerja, telah menegaskan perlunya kebijakan rasionalisasi anggaran di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Fokus anggaran dialihkan untuk sektor yang sangat mendesak seperti kesehatan, pendidikan, dan penyelesaian kewajiban tunda bayar.

Pembatalan MTQ di tingkat bawah ini menjadi salah satu dampak nyata dari upaya penghematan anggaran besar-besaran tersebut. Walau demikian, diharapkan pembinaan Al-Qur’an tetap berjalan secara mandiri di tengah masyarakat, sambil menunggu pulihnya kondisi fiskal daerah.

Publik kini menantikan penjelasan resmi dari Pemkab Siak mengenai dampak dan solusi jangka panjang dari kebijakan efisiensi ini, khususnya terhadap kegiatan keagamaan yang sudah mengakar di tengah masyarakat. (Muliya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *