BeritaPekanbaruPemerintahan

Visi 2025-2045, Riau Maju dan Berkelanjutan dalam Lingkungan Budaya Melayu yang Agamis

378
×

Visi 2025-2045, Riau Maju dan Berkelanjutan dalam Lingkungan Budaya Melayu yang Agamis

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU (FI)- Penjabat (Pj) Gubernur Riau SF Hariyanto menjelaskan bahwa visi Provinsi Riau 2025-2045 yaitu Riau Maju dan Berkelanjutan dalam Lingkungan Budaya Melayu yang Agamis.

Adapun kata Maju dalam visi tersebut bermakna pembangunan yang dilakukan memberikan manfaat serta nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

“kata kunci, mandiri, berdaya saing, modern, tangguh, inovatif, adil dan sejahtera,” kata SF Hariyanto di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (29/4/2024).

Tambahnya, Berkelanjutan bermakna terwujudnya pembangunan dengan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup, sosial dan ekonomi yang kuat serta berlanjut untuk menjamin kesejahteraan kehidupan generasi mendatang.

“Poin ini kata kuncinya yaitu lestari dan seimbang, ekonomi, sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Lanjutnya, Berbudaya Melayu dan lingkungan yang agamis bermakna terwujudnya masyarakat Provinsi Riau yang selalu menjunjung tinggi nilai kebudayaan Melayu dan pola pikir masyarakat Melayu didalam kehidupan bermasyarakat.

“Kata kuncinya yaitu memahami nilai-nilai budaya, berperilaku sesuai dengan nilai-nilai budaya yang agamis. Agama sebagai motor penggerak pembangunan,” terang SF Hariyanto.

Ia mengungkapkan bahwa sasaran visi 2045 diantaranya yaitu peningkatan pendapatan per kapita, pengentasan kemiskinan dan ketimpangan, meningkatnya daya saing daerah, dan peran kebudayaan Melayu dalam pembangunan daerah.

“Serta peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), penurunan emosi GRK menuju Net Zero Emission,” pungkasnya.

Sebelumnya Pj Gubernur Riau juga mengatakan bahwa dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025- 2045 telah dirumuskan visi Indonesia emas 2045 yaitu negara Nusantara berdaulat, maju dan berkelanjutan.

Pengembangan ekonomi setiap wilayah akan difokuskan melalui konsep koridor ekonomi. Untuk koridor ekonomi Sumatera adalah Industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) dan hubungan ekonomi biru Barat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *