LABUHANBATU,Fokusinvestigasi.com — Menurunnya jumlah pendaftar peserta didik baru pada tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Labuhanbatu pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 memerlukan pengkajian dan evaluasi yang serius.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PGRI Kabupaten Labuhanbatu, H. Junaidi, S.Pd., M.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (Juli 2026). Menurutnya, fenomena berkurangnya minat orang tua untuk mendaftarkan anak-anak mereka ke SD Negeri di daerah ini dipengaruhi oleh beberapa indikator penting.
”Melihat fenomena adanya penurunan minat orang tua murid yang ingin menyekolahkan anaknya di beberapa Sekolah Dasar Negeri, tentu ada beberapa indikator utama yang menjadi penyebabnya,” ujar Junaidi.
Ia merinci, indikator pertama berkaitan erat dengan kualitas sumber daya tenaga pendidik dan kependidikan di satuan pendidikan. Hal ini meliputi kualitas manajerial atau kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi akademis, tingkat kedisiplinan, hingga kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.
Selain itu, prestasi akademik yang dihasilkan oleh para lulusan juga memegang peranan vital. Prestasi dan kualitas kelulusan anak didik secara akademis terbukti menjadi daya tarik tersendiri bagi para orang tua dalam memilih sekolah.
Indikator berikutnya yang turut memengaruhi minat orang tua adalah ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai sebagai penunjang proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Lebih jauh, Junaidi juga menyoroti adanya pergeseran preferensi di tengah masyarakat. Belakangan ini, sebagian orang tua cenderung lebih memilih menyekolahkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan, seperti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), dan sejenisnya. Faktor ini turut memberikan pengaruh signifikan terhadap angka penerimaan murid baru di sekolah negeri.
Menyikapi berbagai tantangan tersebut, Ketua PGRI Labuhanbatu ini memberikan sejumlah rekomendasi konstruktif bagi dunia pendidikan dasar negeri ke depan.
”Sebaiknya pimpinan satuan pendidikan harus mampu mendekatkan diri kepada masyarakat serta aktif melakukan sosialisasi yang efektif kepada warga di sekitar lingkungan sekolah,” pungkasnya.
(one)





























