SIAK,FokusInvestigasi.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maredan Barat 2, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, terus memperkuat implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dalam dua hari terakhir, ribuan porsi makanan dengan standar nutrisi tinggi telah didistribusikan ke belasan titik institusi pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut.
Berdasarkan data operasional, pada Jumat (17/04/2026), SPPG menyalurkan sebanyak 2.951 porsi makanan basah. Sementara pada Sabtu (18/04/2026), distribusi berlanjut dengan total 2.473 porsi menu siap santap yang menyasar siswa sekolah hingga balita di Posyandu.
Program ini tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada detail asupan nutrisi yang dibedakan berdasarkan kelompok usia. Pada Jumat, menu utama terdiri dari nasi putih, ayam goreng lengkuas, tahu kecap, gulai sayur kol dan kacang panjang, serta buah lengkeng.
Memasuki hari Sabtu, skema pemberian asupan dilakukan melalui menu siap santap dengan rincian sebagai berikut:
●Porsi Kecil (762 Porsi): Telur rebus, 3 butir buah lengkeng, dan susu full cream.
●Porsi Besar (1.711 Porsi): Telur rebus, 5 butir buah lengkeng, pisang, dan susu full cream.
Distribusi ini mencakup jangkauan luas di Kecamatan Tualang dan sekitarnya, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga Pondok Pesantren dan Posyandu. Beberapa institusi dengan penerima manfaat terbesar di antaranya:
●MTS Baiturrahman Annizhom: 514 siswa.
●SDN 12 Maredan Barat: 364 siswa.
●MA Baiturrahman Annizhom: 319 siswa.
●Posyandu Melati I dan II: Total 344 penerima manfaat.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KaSPPG) Maredan Barat 2 dari Yayasan Bunga Indonesia Raya, Abel Agraprana, menegaskan bahwa seluruh menu yang disalurkan telah melalui proses verifikasi standar kesehatan.
“Menu yang kami salurkan hari ini sudah sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dibutuhkan oleh para penerima manfaat. Kami tidak hanya sekadar memberi makan, tapi memastikan kualitas dan standarisasi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Abel.
Ia juga menambahkan bahwa pihak SPPG melakukan evaluasi rutin setiap hari untuk memastikan operasional berjalan maksimal.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas makanan dan memberikan pelayanan terbaik. Setiap hari ada evaluasi agar program MBG ini memberikan dampak nyata bagi kesehatan generasi mendatang,” tegasnya.
Dengan pengawasan ketat dan konsistensi distribusi ini, diharapkan tingkat pemenuhan gizi anak-anak di Kabupaten Siak dapat meningkat secara signifikan sejalan dengan target nasional. (Muliya)





























