SIAK,FokusInvestigasi.com — Langkah nyata mewujudkan kemandirian pangan nasional terus digelorakan dari pelosok daerah. Di atas lahan seluas 0,25 hektare milik Balai Pengembangan dan Penyuluhan Masyarakat (BPPM) PT Arara Abadi, sinergi lintas sektor terwujud dalam aksi nyata, penanaman jagung serentak Kuartal III Tahun 2026, Kamis (10/9/2026).
Aksi yang berlangsung di Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak ini melibatkan jajaran Polsek Tualang, pemerintah kecamatan, pihak swasta, hingga kelompok tani lokal.
Kolaborasi ini menjadi tumpuan penting dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia menuju swasembada pangan.
Kapolsek Tualang, Kompol Teguh Wiyono, S.H., M.H., menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya fokus pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga aktif mengawal kedaulatan pangan warga.
“Ketahanan pangan itu urusan bersama, bukan beban satu instansi saja. Lewat sinergi antara Polri, pemerintah, perusahaan, dan kelompok tani, kita ubah lahan produktif menjadi sumber pangan nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegas Kompol Teguh Wiyono.
Ia juga memastikan bahwa kehadiran aparat tidak berhenti di seremoni penanaman semata. Polsek Tualang berkomitmen mengawal proses penanaman ini hingga masa panen tiba.
“Kami tidak cuma ikut menanam lalu pulang. Dari perawatan, pemantauan, sampai panen nanti, jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas bakal terus dampingi para petani. Ini komitmen penuh kami mendukung kemandirian pangan nasional dari tingkat akar rumput,” tambahnya.
Camat Tualang, Arie Darmawan, S.IP., turut mengapresiasi kekompakan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kolaborasi antara BUMKam Tuah Negeri, PT Arara Abadi, dan Kelompok Tani Tenda Biru menjadi model kerja sama ideal yang patut dicontoh wilayah lain.
Kegiatan yang dihadiri oleh unsur jajaran Kepolisian, Bhabinkamtibmas, Penghulu Kampung, PPL Kecamatan Tualang, serta para petani lokal ini ditutup dengan aksi turun ke lapangan bersama untuk menyemai benih jagung pertama ke tanah. (Muliya)





























