SIAK,FokusInvestigasi.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siak Daerah Pemilihan (Dapil) III Kecamatan Tualang, Marudut Pakpahan, S.H., menggelar Reses I Masa Sidang I Tahun 2025 di Kampung Tualang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Selasa (28/10)
Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari isu infrastruktur hingga persoalan ketenagakerjaan yang mendesak.
Reses yang dihadiri oleh Penghulu Kampung Tualang Timur, Ajarnalis, S.E., tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan ratusan warga ini, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan pembacaan doa.
Tokoh masyarakat setempat, Johan Efendi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran wakil rakyat tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Marudut karena bisa melaksanakan reses di Kampung Tualang Timur. Kami berharap masyarakat tidak segan menyampaikan aspirasinya. Mari kita bangun kampung ini dengan ide-ide cemerlang agar nantinya bisa dikerjakan oleh anggota DPRD kita,” ujar Johan Efendi.
Senada dengan itu, Penghulu Kampung Tualang Timur, Ajarnalis, S.E., menekankan pentingnya momen reses untuk peningkatan pembangunan dan ekonomi.
“Kami berharap dengan adanya reses di sini bisa meningkatkan pembangunan maupun ekonomi masyarakat Kampung Tualang Timur. Kami juga meminta masyarakat agar dapat menyampaikan semua aspirasinya agar bisa diserap oleh Bapak Marudut Pakpahan, S.H., dan melalui perpanjangan tangan DPRD, bisa disalurkan,” harap Ajarnalis.
Dalam sambutannya, Marudut Pakpahan menyambut antusiasme warga. Ia mengawali dengan menyampaikan realisasi salah satu permintaan masyarakat pada reses sebelumnya.
“Pada reses sebelumnya, masyarakat meminta adanya pembuatan tower jaringan. Alhamdulillah sudah terlaksana,” kata Marudut.
Ia menjanjikan penanganan cepat untuk permasalahan yang menjadi prioritas. “Nanti dalam reses ini akan kita bahas apa saja problem yang ada di kampung ini. Jikalau itu skala prioritas, saya akan upayakan agar terlaksana,” tegasnya.
Beberapa persoalan infrastruktur yang disampaikan warga meliputi:
Sekolah Menengah Atas (SMA): Seorang warga yang mengaku sudah mengajar 23 tahun meminta pendirian SMA di Tualang Timur karena jarak sekolah yang jauh, mengingat jumlah anak sekolah yang banyak. Marudut merespons bahwa pengajuan SMA harus didahului dengan pengadaan lahan.
Lampu Jalan: Keluhan mengenai lampu jalan gang sekolah yang sudah lama padam dijawab Marudut dengan janji perbaikan segera, bahkan ia menyebut telah menghubungi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub).
Tiang Listrik: Mengenai ketiadaan tiang listrik di lingkungan rumah warga yang menyebabkan penyambungan listrik dari rumah ke rumah, Marudut berjanji akan segera membawa pihak PLN untuk melakukan pemasangan tiang.
IMB Gereja: Pendeta Br. Panjaitan menyampaikan kesulitan pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk gereja yang diajukan. Marudut langsung menyatakan komitmennya untuk membantu pengurusan IMB tersebut.
Jalan Berlubang : Sitorus menyampaikan bahwa jalan dari simpang gondrong banyak yang rusak dan berlubang, dan Marudut langsung menjawab dirinya akan mendesak PU provinsi Riau untuk melakukan perawatan jalan.
BPJS Kesehatan: Op Ara (57) yang merupakan peserta BPJS Mandiri dan mengalami kecelakaan enam tahun lalu, menanyakan mekanisme perubahan statusnya ke BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau gratis karena terkendala biaya. Marudut menjamin hal tersebut bisa dilaksanakan dan DPRD Siak akan menolong untuk mengurus pembukaan tunggakan (open pen).
Puncak dari diskusi reses adalah ketika seorang ibu menyampaikan sulitnya lulusan SMA setempat untuk bekerja di perusahaan-perusahaan sekitar Tualang Timur.
“Sangat sulit bagi anak kami yang tamatan SMA untuk masuk kerja di perusahaan sekitar kampung ini. Apa harus membayar agar bisa bekerja? Bahkan anak kami sampai ke Jambi untuk bisa bekerja,” keluh ibu tersebut.
Pertanyaan ini dinilai Marudut sebagai aspirasi yang paling penting.
“Inilah pertanyaan yang paling bagus sejauh acara reses ini,” jawab Marudut.
Ia menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Kami juga akan mediasikan ke PT AIP. Nanti akan segera kita follow up bersama dengan Kepala Desa agar nantinya bisa memberdayakan masyarakat sekitar,” tutup Marudut Pakpahan, menjanjikan langkah konkrit untuk memastikan perusahaan lokal lebih memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat sekitar Tualang Timur.
Reses ini ditutup dengan harapan besar dari masyarakat agar semua aspirasi yang telah disampaikan dapat segera direalisasikan dan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait, khususnya melalui peran aktif Marudut Pakpahan di lembaga legislatif. (Muliya)
























