BeritaPendidikanSIAK

Ribuan Siswa di Maredan Barat Nikmati MBG, SPPG Pastikan Standar Higienis Terjaga

×

Ribuan Siswa di Maredan Barat Nikmati MBG, SPPG Pastikan Standar Higienis Terjaga

Sebarkan artikel ini

SIAK,FokusInvestigasi.com – Implementasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto mulai dirasakan manfaatnya secara masif oleh masyarakat Kabupaten Siak. Pada Jumat (08/05/2026), sebanyak 3.010 porsi makanan sehat didistribusikan kepada ribuan penerima manfaat yang tersebar di belasan titik institusi pendidikan dan kesehatan di wilayah Maredan Barat dan sekitarnya.

Penyaluran ini dikomandoi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maredan Barat 2 di bawah naungan Yayasan Bunga Indonesia Raya (BIR). Dengan manajemen logistik yang tertata, ribuan porsi tersebut dibagi menjadi dua kategori, yakni 809 porsi porsi kecil dan 2.201 porsi besar, guna menyesuaikan kebutuhan usia para penerima manfaat.

Pada hari Jumat ini, para siswa dan balita mendapatkan sajian “Makanan Basah” dengan komposisi lengkap yang terdiri dari nasi putih, gulai ayam, perkedel tahu, tumis kol dan kacang panjang, dilengkapi dengan saus pedas manis serta buah salak sebagai sumber vitamin.

Tak hanya berhenti di situ, pihak SPPG juga telah menyiapkan paket “Makanan Siap Santap” untuk hari Sabtu (09/05/2026) yang terdiri dari telur rebus, susu, dan buah jeruk guna memastikan keberlanjutan asupan protein dan kalsium bagi anak-anak.

Kepala SPPG Maredan Barat 2 Yayasan Bunga Indonesia Raya, Abel Agraprana, menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam menjaga kualitas konsumsi yang disalurkan ke masyarakat.

“Setiap menu yang kami salurkan sudah melalui perhitungan ketat sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dibutuhkan oleh para penerima manfaat. Kami memastikan bahwa relawan SPPG bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab,” ujar Abel.

Abel juga menjamin standar keamanan pangan yang ketat di dapur produksi mereka.

“Kami memastikan setiap butir nasi dan lauk yang keluar dari dapur SPPG sangat terjaga kebersihannya, higienis, dan sangat layak dikonsumsi. Ini adalah amanah untuk menciptakan generasi emas,” tambahnya.

Data yang dihimpun menunjukkan program ini telah menyentuh 16 titik strategis. Penerima manfaat terbesar berada di MTS Baiturrahman An nizhom dengan 549 siswa, diikuti SDN 12 Maredan Barat sebanyak 364 siswa, hingga unit terkecil seperti TK Buah Hati. Program ini juga menyasar kelompok rentan melalui Posyandu Melati I dan II dengan total 344 penerima manfaat.

Beberapa sekolah yang turut merasakan dampak positif di antaranya:

●Pendidikan Dasar dan Menengah: SDN 12, SDN 17, SDN 04, SMPN 6, dan SMAN 6 Maredan Barat.

●Pendidikan Agama: Ponpes Ummul Quro, Ponpes Fataha, MTS & MA Baiturrahman An nizhom, serta Ponpes Tahfidz Syafa’atul Qur’an.

●Pendidikan Anak Usia Dini: TK/KB Buah Hati, TK Ar-Rahmah, dan TK Tunas Bangsa.

Kehadiran program MBG ini diharapkan juga dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa di sekolah.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat melalui program Presiden dan pelaksana lapangan seperti Yayasan (BIR), pemenuhan gizi di tingkat akar rumput kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang tersaji di atas piring para siswa setiap harinya. (Muliya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *