SIAK,FokusInvestigasi.com – Hangat dan khidmat. Dua kata tersebut menggambarkan suasana Gedung PPT MAN Insan Cendekia (IC) Siak pada Kamis sore. Keluarga besar madrasah unggulan ini berkumpul bukan sekadar untuk membatalkan puasa, melainkan untuk mempererat simpul silaturahmi yang menjadi fondasi kekuatan lembaga tersebut.
Acara yang digelar pada 12 Maret 2026 ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan seremonial. Sejak sore, lantunan ayat suci menggema dalam sesi Khatam Al-Qur’an bersama, disusul dengan tabuhan hadroh yang menambah semarak nuansa Ramadan di lingkungan sekolah
Kepala MAN IC Siak, Cholid, S.Ag., MA, dalam orasinya menekankan bahwa kekuatan sebuah madrasah terletak pada soliditas orang-orang di dalamnya. Baginya, acara ini adalah momentum untuk meleburkan batas antara pimpinan, pendidik, hingga staf pendukung.
“Momentum Ramadan ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk memperkuat ukhuwah. Kebersamaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan energi utama untuk membawa MAN IC Siak terus berprestasi di masa depan,” tegas Cholid di hadapan tamu undangan.
Senada dengan itu, perwakilan Komite Madrasah, Reni Yanuarni, mengapresiasi langkah sekolah yang tetap menjaga tradisi berbagi melalui penyantunan anak yatim. Menurutnya, hal ini mengajarkan empati nyata di luar aspek akademis.
Kehadiran pihak eksternal seperti personel Polsek Tualang, Dendy M, memberikan sinyalemen positif mengenai sinergitas madrasah dengan lingkungan sekitar. Kehadirannya memastikan bahwa keamanan dan kenyamanan proses belajar-mengajar di MAN IC Siak senantiasa mendapat dukungan penuh dari aparat setempat.
Acara ditutup dengan doa bersama dan makan malam dalam suasana yang cair. Tradisi ini diharapkan terus terjaga demi memupuk rasa memiliki (sense of belonging) bagi setiap elemen yang berkontribusi di MAN Insan Cendekia Siak. (Muliya)
























