Pekanbaru,(FokusInvestigasi.com) – Kompetisi kasta terendah sepak bola Indonesia wilayah Riau, Awal Bros Liga 4 Riau, resmi bergulir sejak Kamis (15/1/2026). Di tengah semangat sembilan tim memperebutkan satu tiket menuju putaran nasional, sebuah potret pilu datang dari kontingen PS Siak.
Tim berjuluk Laskar Siak ini dikabarkan harus menjalani masa kompetisi dengan kondisi memprihatinkan. Sebanyak 30 orang anggota tim, termasuk pemain dan ofisial, sempat berpindah-pindah tempat tinggal karena keterbatasan fasilitas dan koordinasi.
Pelatih PS Siak, Sutardi, mengungkapkan bahwa kondisi timnya saat ini jauh dari kata ideal untuk sebuah tim yang sedang membawa nama daerah di kancah provinsi. Menurutnya, tim sempat menumpang tidur di ruko warga hingga akhirnya mendapatkan tempat berteduh sementara.
“Saat ini kami tinggal di Gedung Dekranasda Siak, Jalan Jenderal Sudirman. Sebelumnya lokasi Mess Pemda di Sigunggung banjir dan tidak layak ditempati. Bisa dikatakan kami sedang luntang-lantung di Pekanbaru,” ujar Sutardi saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (16/1).
Meski dalam kondisi serba terbatas, Sutardi menegaskan bahwa semangat para pemainnya tidak luntur. Ia berharap ada perhatian nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mengingat para atlet sedang berjuang demi nama baik daerah.
“Kami optimis bisa mengharumkan nama Siak dan meloloskan tim ke kancah nasional. Namun, kami sangat berharap ada perhatian dari Pemkab,” tambahnya.
Peta Persaingan Liga 4 Riau
Terlepas dari kendala non-teknis yang dialami PS Siak, kompetisi Awal Bros Liga 4 Riau diprediksi akan berlangsung sengit. Sembilan tim peserta dibagi ke dalam dua grup besar:
Grup A: PSC Young Abadi FC, Wgroup FC, PS Siak, Kampar Junior FA, dan Nabil FC.
Grup B: Wahana FC, EBR United FC, Jaya Raya FC, dan Tunas Negeri FC.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Siak belum memberikan keterangan resmi terkait kendala fasilitas yang dialami oleh tim PS Siak selama di Pekanbaru.
Publik sepak bola kini menanti, mampukah PS Siak mengubah kesulitan menjadi motivasi untuk merebut tiket emas ke putaran nasional? (Muliya)
























