SIAK,FokusInvestigasi.com – Kontroversi mengenai operasional Joy Boz Perawang Cafe Gaming Entertaint di Jalan Hang Jebat, Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang Kabupaten Siak memasuki babak baru. Selain keresahan warga terkait dugaan penyalahgunaan bilik tertutup yang diduga dijadikan tempat pacaran, kini terungkap bahwa usaha tersebut ternyata belum melapor ke pemerintah setempat.
Kepala Kampung Perawang Barat, Faisal, S.H.I., menegaskan bahwa hingga saat ini pihak manajemen Joy Boz sama sekali tidak memiliki koordinasi dengan jajaran pemerintah desa maupun perangkat RT dan RW setempat.
“Sampai hari ini, pemilik usaha Joy Boz tidak pernah melapor kepada pemerintah desa maupun RT dan RW terkait operasional tempat hiburan tersebut. Kami menyayangkan sikap kurang kooperatif dari pelaku usaha ini,” ujar Faisal tegas saat dikonfirmasi, Rabu (4/3).
Senada dengan keresahan warga sebelumnya, keberadaan bilik Playstation (PS) dan bioskop mini yang tertutup rapat tanpa pengawasan ketat dinilai menjadi “bom waktu” bagi degradasi moral remaja di Kecamatan Tualang.
Seorang tokoh pemuda setempat yang akrab disapa Romel menyatakan bahwa legalitas usaha bukan hanya soal izin bangunan, tapi juga kepatuhan terhadap norma sosial.
“Kalau lapor ke desa saja tidak mau, wajar jika mereka beroperasi sesuka hati tanpa memikirkan dampak sosial bagi lingkungan sekitar,” ketusnya.
Manajer operasional Joy Boz Lisa, saat dikonfirmasi mengenai perizinan menyatakan bahwa sebelum membuka usaha tersebut pihaknya sudah melapor kepada RT, RW dan Babinkamtibmas setempat.
“Terkait Desa Perawang itu pak, dengan adanya izin usaha yang kami miliki itu sudah legalitas yang sah dan terdaftar di pemerintahan. Secara tidak langsung berarti dengan adanya izin usaha NIB dan sertifikasi dari pemerintahan, kami sudah mengantonginya juga,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp.
Masyarakat berharap, pemerintah kabupaten tidak tutup mata terhadap tempat hiburan yang berpotensi mencederai julukan Kabupaten Siak sebagai “Negeri Istana” yang religius dan berbudaya. (Muliya)
























