SIAK,FokusInvestigasi.com – Perundungan (bullying) masih menjadi tantangan besar di dunia pendidikan dasar. Menanggapi fenomena tersebut, Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Neurova dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (UNRI) mengambil langkah preventif dengan meluncurkan program inovatif bertajuk TEMAN ASIK: Tanpa Ejekan Menumbuhkan Aksi Positif.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (27/1/2026) di Aula SDN 002 Kampung Dalam, Kecamatan Siak Kabupaten Siak ini, dirancang sebagai upaya edukasi dini sekaligus kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas.
Dipandu oleh Sya’rani Raudah selaku MC, acara dimulai dengan pemaparan materi komprehensif oleh Luna Salwa Putri Maryanto. Dalam sesinya, Luna membedah tuntas mengenai apa itu bullying, jenis-jenisnya mulai dari verbal hingga fisik serta dampak psikologis jangka panjang yang bisa dialami korban maupun pelaku.
Tak sekadar teori, suasana menjadi cair dan interaktif saat sesi kuis berlangsung. Mahasiswa KUKERTA Neurova mengajak para siswa berdialog langsung mengenai situasi sehari-hari di sekolah.
Momen paling menyentuh terjadi ketika siswa diajak melakukan refleksi diri dan mengekspresikan perasaan serta pengalaman mereka terkait perundungan.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa setiap kata-kata ejekan memiliki dampak yang nyata bagi mental temannya. Dengan ‘TEMAN ASIK’, kami berharap benih-benih empati tumbuh sejak dini,” ujar Amanda salah satu perwakilan KUKERTA Neurova di sela kegiatan.
Langkah mahasiswa FMIPA UNRI ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Nada Clara Pratiwi Tasrif, S.Pd., salah satu guru pendamping, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dinilai sangat relevan dengan kondisi psikososial siswa saat ini.
“Terima kasih kami ucapkan kepada KUKERTA Neurova UNRI yang telah mengadakan sosialisasi TEMAN ASIK. Program ini sangat membantu siswa mengenalkan bahaya bullying, cara mencegahnya, dan langkah apa yang harus diambil jika mereka menyaksikan atau mengalami tindakan tersebut di lingkungan sekitar,” tutur Nada.
Sebagai penutup yang berkesan, para siswa diajak menempelkan sticky notes pada sebuah ‘Pohon Ungkapan’. Pohon ini menjadi simbol komitmen bersama antara siswa dan mahasiswa untuk menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan bebas dari ejekan.
Melalui program TEMAN ASIK, diharapkan SDN 002 Kampung Dalam dapat menjadi pelopor lingkungan sekolah yang sehat secara mental, di mana perbedaan tidak lagi menjadi alasan untuk mengejek, melainkan untuk saling menghargai. (Muliya)
























