Pelalawan (FI) – Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan mengirim tujuh orang Peserta yang diutus mengikuti kegiatan Jambore Budaya, Pariwisata, Sejarah, Seni, dan Sastra (Jambu Pasar), mulai 5 hingga 8 Juli 2024. Hal tersebut diungkapkan salah satu Guru Seni Budaya dari SMKN 1 Bunut yang mengikuti Jambu Pasar, Dody Mayon, S.Pd, saat dikonfirmasi Jum’at (5/7/2024).
Sungguh sangat membanggakan Tujuh orang utusan Provinsi Riau tersebut Empat orang berasal dari Kabupaten Pelalawan.
Tiga di antara guru tersebut antara lain :
-DodyMayon,S.Pd Guru Seni Budaya dari SMKN 1 Bunut
-ElfaSusanti,S.Pd guru Bahasa Indonesia dari SMAN 1 Pangkalan Kuras
-Citra Fadila Sari guru PKWU dari SMAN 1 Pangkalan Kuras,dan satu siswi tersebut bernama
-Serli Agustina Siswi kelas X SMAN 1 Pangkalan Kuras.
Sedangkan dari kota Pekanbaru diwakili oleh bapak Misdianto, M.Pd dan dua siswi terbaiknya.
Perjuangan mereka mewakili Riau sangatlah tidak mudah, harus mengikuti seleksi yang ketat , yaitu membuat dan mengirim karya sendiri.
Dengan mengusung tema kearifan lokal, tiga dari empat perwakilan Riau ini mampu menarik hati sang penyelenggara melalui cipta dan pembacaan Syair.
Syair ini merupakan karya Ibu Elfa SusantiS.Pd yang dikolaborasikan dengan musik tradisional dibawakan langsung oleh guru seni SMKN 1 Bunut, yaitu Bapak Dody Mayon, S.Pd, beliau ini tidak asing lagi di Pelalawan khususnya guru bidang kesenian, selain mengajar guru satu ini aktif dalam kegiatan Pramuka, pelatih Drumband serta pencipta lagu.

“Dody menyampaikan,Kreativitas ini menjadi lebih paripurna lagi dengan kehadiran cerpen kearifan lokal yang berjudul “Pesona Ikan Baung di Pondok Papan” oleh Fadilla Citra Melati serta Asal Asul Nama Bratasena oleh Elfa Susanti,”.
“Semoga kreativitas ini mampu melestarikan dan mewariskan kearifan lokal di Riau, khususnya Pelalawan yang kini mulai tergerus oleh gencarnya pengaruh digitalisi, “Sambung Dody.
Semoga prestasi ini mampu menjadi motivasi dan inspirasi bagi semua orang, khususnya anak muda di Kabupaten Pelalawan, “Harapnya.
Kegiatan JAMBU PASAR Nasional ini diTaja lansung oleh Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI) mensinergikan beberapa unsur guru, pegiat literasi dan budaya, juga peserta didik, dalam pemeliharaan budaya agar tak terkikis zaman.
“Diikuti 182 peserta (guru dan peserta didik) dari 21 provinsi, dari pendidikan sejarah, seni budaya, kewirausahaan, ditambah budayawan dan seniman, totalnya 250 orang,” Pungkasnya.(Redaksi)
























