SIAK,FokusInvestigasi.com – Sejumlah warga di Jalan Alamraya KM 8, Desa Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, mengeluhkan keberadaan menara telekomunikasi (tower) milik Telkomsel yang diduga berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Tak hanya menyebabkan kerusakan alat elektronik, keberadaan tower tersebut dituding mengganggu kesehatan warga dan produktivitas lahan.
Eva, salah satu warga yang rumahnya hanya berjarak lima meter dari pagar tower, mengaku menjadi pihak yang paling terdampak. Ia menunjukkan deretan barang elektronik miliknya, mulai dari televisi, kulkas, hingga magic com (penanak nasi) yang kini dalam kondisi rusak.
Selain kerugian materi, Eva menyoroti prosedur awal pembangunan tower tersebut. Ia mengklaim bahwa dirinya sudah menetap di lokasi tersebut jauh sebelum tower berdiri.
“Saya lebih dulu tinggal di sini daripada tower itu. Tapi sampai detik ini, tidak pernah ada pihak Telkomsel yang datang ke rumah saya untuk sekadar meminta izin atau melakukan sosialisasi kepada tetangga terdekat,” ujar Eva dengan nada kecewa, Jumat (30/1).
Keluhan Eva tak berhenti di urusan elektronik. Ia juga menceritakan dampak non-teknis yang ia alami, seperti gangguan kesehatan pada anaknya, tanaman di sekitar rumah yang sulit tumbuh, hingga kematian mendadak pada hewan ternaknya.
Respons Lambat Manajemen
Kekecewaan Eva memuncak saat mencoba meminta pertanggungjawaban. Menurutnya, respon pihak manajemen Telkomsel di Perawang terkesan tidak serius. Saat melaporkan kerusakan TV secara lisan, petugas yang datang ke lokasi justru memberikan jawaban yang mengecewakan.
“Pihak Telkomsel bilang, ‘Lagi susah Telkomsel ini Bu, kalau Ibu mau buat saja surat langsung’,” kata Eva menirukan ucapan petugas tersebut.
Menindaklanjuti arahan itu, Eva melayangkan surat resmi pada Senin (26/1) pagi. Meski sempat dihubungi oleh pihak Telkomsel melalui telepon pada sore harinya dengan janji akan dilakukan survei lokasi, hingga Jumat (30/1) tim teknis tak kunjung menampakkan batang hidungnya dengan alasan kesibukan.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak Telkomsel Perawang melalui Aulia (Distributor/Sales) membenarkan adanya pengaduan dari warga bernama Eva. Ia mengakui bahwa laporan terkait kerusakan elektronik tersebut sudah diterima oleh kantor pusat layanan di wilayah tersebut.
“Benar, Ibu Eva sudah datang ke kantor. Saya langsung menghubungi pihak tim jaringan (network), namun saat itu mereka sedang ada pekerjaan di Tumang sehingga belum bisa turun ke lokasi hingga saat ini,” jelas Aulia saat dikonfirmasi.
Mewakili pihak manajemen jaringan, Aulia menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan respon tim teknis di lapangan. Ia berjanji akan mengawal laporan ini agar segera mendapatkan tindak lanjut.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar pihak jaringan segera menindaklanjuti dan melakukan survei ke kediaman Ibu Eva,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga sekitar berharap ada solusi konkret dan kompensasi atas kerugian yang dialami, mengingat dampak serupa diduga juga dirasakan oleh beberapa tetangga di sekitar radius tower tersebut. (Muliya)
























