SIDOARJO,FokusInvestigasi.com — Dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan Bantuan Keuangan (BK) Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, mendadak mencuat ke permukaan. Proyek pembangunan sarana dan prasarana lapangan olahraga desa yang menelan anggaran fantastis senilai Rp400.000.000 dari Tahun Anggaran 2026 menuai kritik tajam serta protes keras dari warga setempat,Sabtu (8/8).
Secara regulasi, Bantuan Keuangan Desa merupakan dana publik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) — yang notabene dihimpun dari pendapatan pajak masyarakat. Dana ini ditransfer langsung melalui rekening desa guna mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, hingga pemberdayaan. Pengelolaannya pun diatur secara ketat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban keuangan desa.
Namun, transparansi pengelolaan dana publik tersebut justru dipertanyakan warga Desa Tropodo. Kecurigaan bermula dari kejanggalan informasi yang tercantum secara kasat mata pada papan proyek di lokasi pembangunan.
JENIS KEGIATAN : PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA LAPANGAN OLAHRAGA
LOKASI : LAPANGAN DESA .
VOLUME : 837 M2 . DENGAN ANGGARAN : 400.000.000 TAHUN ANGGARAN 2026.
“Terpampang jelas di papan informasi volume 837 meter persegi. Itu volume apa? Pekerjaannya apa? Dengan anggaran Rp400 juta, masyarakat dibuat bingung tanpa adanya rincian teknis yang jelas,” ungkap salah satu warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga menyayangkan sikap pelaksana proyek yang dinilai tertutup dan mengabaikan partisipasi publik. Menurut mereka, proyek pembangunan tersebut menggunakan uang rakyat dari keringat warga yang disetorkan melalui pajak. Oleh karena itu, masyarakat berhak mengetahui dan mengawal penggunaannya, bukan justru dibungkam tanpa ruang aspirasi atau rekomendasi.
“Secara logika, proyek ini menggunakan uang kami dan keringat kami lewat pajak. Seharusnya ada perencanaan yang matang, ada alat ukur yang jelas, diajak berdiskusi, dan dicari potensi kesalahannya sebelum dieksekusi. Bukan malah diributkan dulu di tengah jalan, baru setelah itu menampung saran dan masukan,” keluh warga tersebut dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Tropodo mendesak pihak Pemerintah Desa Tropodo dan instansi terkait di Kabupaten Sidoarjo untuk segera memberikan klarifikasi terbuka, melakukan audit transparan, serta merevisi papan informasi proyek agar memuat spesifikasi teknis pekerjaan yang akurat demi terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel.(Redho)





























