SIAK,FokusInvestigasi.com – Aspirasi infrastruktur dan isu pertanahan menjadi topik hangat dalam pertemuan antara Anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Siak dan Pelalawan Androy Ade Rianda SH MH CLa dengan warga Perumahan Garuda, Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Minggu (2/11)
Pertemuan ini juga menghasilkan solusi konkret dari anggota dewan untuk mengatasi persoalan teknis sertifikat tanah hingga peningkatan ekonomi ibu rumah tangga (IRT).
Dalam sesi tanya jawab, warga Perumahan Garuda menyampaikan tiga permohonan utama: semenisasi jalan, pemasangan tiang lampu PLN, dan bantuan penyelesaian dokumen pertanahan.
Merespons permohonan infrastruktur dasar, Anggota DPRD Riau Androy Ade Rianda SH MH CLa tersebut meminta warga untuk proaktif menyusun pengajuan resmi.
“Silahkan buat proposal laporan pengajuannya, dan kami akan follow up agar bisa segera diproses,” jawab sang Androy, memastikan mekanisme formal untuk penyaluran bantuan.
Isu yang paling menarik perhatian adalah masalah Roya Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang disampaikan oleh seorang warga bernama Sarjono. Roya adalah pencabutan Hak Tanggungan pada sertifikat tanah setelah kredit lunas.
Menanggapi hal tersebut, Androy Riau menunjukkan pemahaman teknis dan menawarkan bantuan langsung.
“Memang teknis kerja untuk Roya itu 5 sampai 14 hari kerja. Jika ada permasalahan yang sama, bisa nanti hubungi saya langsung, dan saya siap bantu,” ujarnya, memberikan kepastian hukum kepada warga.
Ia juga memberikan saran praktis: “Saran saya jika untuk nama dalam surat tanah itu cukup dengan nama yang ada di KTP,” katanya.
Di sisi lain, kaum ibu dari Perumahan Griya Pesona menyampaikan harapan agar dewan dapat membantu program pelatihan keterampilan untuk meningkatkan perekonomian IRT.
“Jika untuk pelatihan, tentukan pelatihan apa dan kami akan datangkan pelatihnya. Tolong dibuatkan kelompok-kelompoknya agar lebih terorganisir,” jawabnya, menyambut antusiasme warga untuk mandiri ekonomi.
Pertemuan ini juga menyinggung masalah keselamatan jalan. Warga mengeluhkan tingginya frekuensi mobil besar yang melintasi jalur PT SIR menuju Pekanbaru, yang dianggap membahayakan.
Menanggapi keluhan ini, Anggota DPRD Riau menyatakan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan enam bulan sebelumnya. Ia meminta bantuan warga untuk mengumpulkan bukti pelanggaran.
“Tolong di foto-kan jika ada mobil besar tersebut melewati jalan PT SIR. Bukti ini penting untuk ditindaklanjuti,” pintanya.
Lebih lanjut, ia memaparkan rencana jangka panjang untuk meningkatkan keamanan dan transportasi publik di kawasan tersebut.
“Target kami 5 tahun ke depan jalan PT SIR tersebut sudah terang dengan lampu jalan. Kami juga sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan agar nantinya bus Damri bisa stay di Taman Motuyoko pada hari weekend,” pungkasnya, menjanjikan peningkatan infrastruktur signifikan dan aksesibilitas transportasi umum.
Pertemuan reses ini membuktikan komitmen anggota dewan untuk menjembatani aspirasi teknis dan kebutuhan mendesak warga Tualang, mulai dari pembersihan status tanah hingga pengembangan potensi ekonomi lokal. (Muliya)
























