SIAK,FokusInvestigasi.com – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Tualang 2 Yayasan Pendidikan An-Nur Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, kembali tancap gas.
Pada Kamis (8/1), ribuan paket makanan bergizi mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah dan Posyandu sebagai bagian dari komitmen mengawal program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 2.078 siswa dan guru dari 11 instansi pendidikan serta 921 penerima manfaat kategori 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita) di 9 Posyandu menjadi sasaran distribusi hari ini.
Kepala SPPG dapur tualang 2 memastikan bahwa setiap paket yang dikirimkan telah melalui kontrol nutrisi yang ketat. Untuk kategori umum, menu terdiri dari nasi putih, ayam cabai hijau, tumis tauge wortel, tahu goreng tepung, dan pisang.
Sementara itu, bagi kelompok rentan (Bumil, Busui, dan Balita), disediakan paket makanan kering berupa telur rebus, susu, kacang, roti, serta buah jeruk atau salak untuk mencukupi kebutuhan gizi selama dua hari ke depan.
Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ) Dapur Tualang 2, Oktavianus Sukrial Agusta, menegaskan bahwa operasional perdana di tahun 2026 ini berjalan lancar dengan standar kualitas yang tetap terjaga.
“Hari ini merupakan awal relawan melakukan aktivitas pada tahun 2026. Kami menyalurkan dua jenis menu berbeda yang semuanya telah disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) bagi seluruh penerima manfaat,” ujar Oktavianus saat ditemui di lokasi distribusi, Kamis (8/1).
Penyaluran dilakukan secara serentak ke berbagai titik strategis di Kecamatan Tualang. Beberapa sekolah dengan penerima manfaat terbesar di antaranya adalah SMKS Yamatu Tualang dengan 446 orang (siswa dan guru), SDN 01 Tualang sebanyak 388 orang, serta SMPN 4 Tualang sebanyak 303 orang.
Selain sekolah formal, program ini juga menyentuh pondok pesantren dan taman kanak-kanak, seperti TK Islam Arifin Achmad dan Ponpes Roudhotul Ulum.
Di sektor kesehatan masyarakat, Posyandu Mekar Sejahtera menjadi penerima manfaat kategori 3B terbanyak dengan total 151 jiwa.
Oktavianus menambahkan bahwa pihaknya akan terus konsisten menjalankan prosedur sesuai aturan yang berlaku demi memastikan masyarakat mendapatkan hak gizi yang layak.
“Kami menegaskan bahwa relawan dapur akan selalu berkomitmen sesuai aturan dalam menjalankan program Bapak Presiden Prabowo Subianto ini. Fokus kami adalah ketepatan sasaran dan kualitas gizi yang diberikan,” pungkasnya.
Langkah masif ini diharapkan dapat menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan anak didik dan ibu di wilayah Kabupaten Siak, khususnya di Kecamatan Tualang.
(Muliya)
























