Siak,FokusInvestigasi.com – Komitmen pemenuhan gizi masyarakat di wilayah Perawang terus dipacu. Melalui dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Aneka Kuliner Perawang (AKP) yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan An-Nur, ribuan porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) sukses disalurkan kepada pelajar dan kelompok rentan pada Jumat dan Sabtu (19-20/12/2025).
Program ini menyasar spektrum penerima manfaat yang luas, mulai dari bayi di Posyandu hingga siswa tingkat menengah atas (SMK). Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda di Kecamatan Tualang.
Dalam penyaluran kali ini, SPPG Aneka Kuliner Perawang membedakan komposisi menu berdasarkan kebutuhan biologis penerima manfaat. Sebanyak 518 paket makanan kering didistribusikan ke empat Posyandu utama, yakni:
Posyandu Intan Payung (140 paket)
Posyandu Mutiara Hati (130 paket)
Posyandu Anggrek (105 paket)
Posyandu Harapan Hati (143 paket)
Menu yang disajikan mencakup bubur khusus, biskuit regal, telur rebus, buah jeruk, hingga kacang telur untuk Ibu Hamil (Bumil) dan Ibu Menyusui (Busui).
Tak hanya menyasar balita, program MBG ini juga menyentuh sektor pendidikan. Tercatat sebanyak 2.364 porsi makanan kering dibagikan kepada siswa dari jenjang PAUD hingga SMK. Beberapa sekolah dengan penerima manfaat terbesar di antaranya Ponpes Nurul Ilmi (769 porsi), SDN 15 (564 porsi), dan SMKN 1 Tualang (525 porsi).
Kepala SPPG Aneka Kuliner Perawang, Widya Sari, menyatakan rasa syukur atas kelancaran distribusi yang melibatkan sinergi antara relawan, pihak yayasan, hingga aparat kewilayahan seperti Danramil, Babinsa, dan Polsek setempat.
“Alhamdulillah, relawan tetap siap sedia menyalurkan makanan bergizi ini tepat sasaran. Komitmen kami bukan sekadar memberi makan, tapi memastikan porsi yang diberikan sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dibutuhkan setiap kelompok umur,” ujar Widya Sari dalam keterangannya, Jumat (19/12).
Keberhasilan penyaluran ini juga tidak lepas dari pengawasan kesehatan lingkungan (Kesling) Puskesmas Perawang guna memastikan standar sanitasi dapur tetap terjaga.
Kolaborasi antara dunia pendidikan (Yayasan An-Nur) dan penyedia kuliner lokal diharapkan dapat menjadi pilot project bagi daerah lain dalam mengelola program gizi skala besar secara mandiri dan transparan. (Muliya)
























