SIAK,FokusInvestigasi.com – Pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada akhir tahun 2019 dan tahun-tahun berikutnya menjadi titik balik bagi banyak orang, tak terkecuali bagi Aris Munandar (29), seorang eksekutif muda di Perawang, Kabupaten Siak. Jumat (31/10)
Alih-alih terpuruk, Aris justru melihat peluang di sektor pertanian dan kini berhasil menjadi pengusaha muda sukses dengan panen semangka mencapai puluhan ton.
Kebun semangka yang dikelola Aris berlokasi di Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Lahan yang awalnya ia garap sebagai respons atas kondisi ekonomi masa pandemi, kini telah menjelma menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Berawal dari Masa Sulit, Hasilkan 20 Ton Sekali Panen. Dengan usaha yang gigih dan tekun, Aris Munandar membuktikan bahwa bertani tidak lagi identik dengan pekerjaan “tradisional” yang kurang menjanjikan. Dalam sekali panen, yang ia lakukan setiap 60 hari, kebunnya mampu menghasilkan buah semangka hingga 20 Ton.
Kesuksesan ini tidak hanya diukur dari kuantitas panen, tetapi juga dari nilai ekonomi yang dihasilkannya. Diperkirakan, dari satu kali panen semangka, Aris berhasil meraup keuntungan bersih sekitar Rp60.000.000 (Enam Puluh Juta Rupiah). Angka ini menjadi bukti nyata potensi besar sektor agribisnis bagi generasi muda.
Dalam wawancara singkat, Aris Munandar membagikan semangatnya dan pandangannya mengenai dunia pertanian.
“Awalnya memang coba-coba, apalagi di tengah pandemi semua sektor kena imbas. Tapi saya yakin, kebutuhan pangan itu tidak akan pernah berhenti. Saya fokus ke semangka karena siklus tanamnya cepat dan pasarnya stabil,” ujar Aris.
“Intinya jangan takut kotor. Anak muda hari ini harus berani ambil risiko. Melihat hasil 20 ton ini, saya makin optimis. Bertani bukan cuma soal bertahan hidup, tapi bisa jadi jalan untuk mencapai kemerdekaan finansial,” tutupnya penuh semangat.
Kisah sukses Aris Munandar ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya, terutama di Kabupaten Siak dan Riau, untuk melirik dan serius menggarap potensi yang ada di sektor pertanian.
Hal ini juga menunjukkan bahwa dengan strategi dan ketekunan yang tepat, lahan di daerah dapat diubah menjadi sumber kekayaan yang signifikan. (Muliya)
























