SIAK,Fokusinvestigasi.com – Nelayan Kampung Muara Kelantan merasa dianak tirikan oleh Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Siak, pasalnya masyarakat yang bekerja sebagai pencari ikan di sungai mandau sama sekali tidak pernah diperhatikan, beda halnya dengan kampung lainnya yang berada di tepi sungai sudah mendapatkan bantuan seperti sampan, jaring dan perlengkapan lainnya dari Bupati Siak. Rabu (12/06/2024)
Menurut informasi yang dihimpun, ada sebuah kelompok nelayan yang berdomisili di kampung muara kelantan yang berjumlah 11 (Sebelas) orang, sama sekali tidak pernah mendapatkan perhatian seperti yang dinikmati oleh nelayan lainnya.
Seperti yang diketahui, dalam beberapa waktu terakhir, Bupati Siak sudah memberikan bantuan sampan dan perlengkapan nelayan kepada beberapa kampung seperti, Kampung Tualang yang menerima 15 unit sampan untuk para nelayan pencari ikan.
Hal ini membuat masyarakat nelayan yang tinggal dikampung Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau yang bernama Azhari merasa iri dengan nelayan lainnya.
“Padahal kami sama sama masyarakat kabupaten siak, sama sama nelayan dan juga sama sama rakyatnya pak Bupati! Tetapi kami merasa dianak tirikan,” katanya.
“Kami disini bekerja hanya sebagai nelayan pencari ikan disungai, jadi di muara kelantan ini hanya ada dua unit sampan dayung, itulah yang kami gunakan secara bergantian untuk mencari nafkah di muara kelantan ini,” katanya.
Lanjut Azhari, dirinya mengharapkan agar Bupati Siak juga memperhatikan masyarakat nelayan yang ada di kampung muara kelantan.
“Kami berharap agar bapak Bupati Siak juga memperhatikan kami masyarakat nelayan kampung muara kelantan, dan harapan kami supaya bapak Bupati jangan pilih kasih, karena kami ini masyarakat Kabupaten Siak,” katanya mengakhiri.
Saat dikonfirmasi kepada Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi, tentang keluhan masyarakat nelayan kampung muara kelantan tersebut, dirinya tidak menjawab pertanyaan dari awak media ini, padahal pesan tersebut sudah dibaca dan ditandai dengan dua centang biru. (Muliya)
























