ACEHBerita

Harimau Sumatra Resahkan Warga Aceh Timur, BKSDA Turun Tangan

×

Harimau Sumatra Resahkan Warga Aceh Timur, BKSDA Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh (FI) – Warga Desa Tembolon, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, diresahkan dengan kemunculan seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang berkeliaran di ladang mereka. Penampakan satwa dilindungi ini pertama kali dilaporkan oleh Ismail, seorang warga yang sedang mengambil aren pada Sabtu (15/3) sore.

“Awalnya, Pak Ismail melihat kondisi sekitar pohon aren sepi. Setelah memanjat dan mengambil aren, saat hendak turun, tiba-tiba seekor harimau terlihat di bawah pohon. Pak Ismail kaget dan tidak berani turun,” ungkap Jemali, warga setempat, pada Senin (17/3).

Setelah harimau tersebut pergi ke semak-semak, Ismail segera turun dan pulang. Ia kemudian menginformasikan keberadaan harimau tersebut kepada warga lainnya, mengimbau agar mereka berhati-hati saat beraktivitas di ladang.

“Harimau tersebut terlihat di ladang cabai warga. Beberapa warga bahkan sempat merekam video penampakan satwa liar tersebut,” tambah Jemali.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Serbajadi, Saddam, berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera mengirimkan tim ke lokasi untuk menangkap dan mengevakuasi harimau sumatra tersebut ke habitatnya.

“Sebelumnya, warga juga pernah melihat harimau berkeliaran di Desa Leles, Kecamatan Serbajadi. Masyarakat berharap harimau segera dievakuasi ke habitatnya, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Saddam.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh, Kamarudzaman, menyatakan bahwa pihaknya telah meneruskan informasi tersebut ke Resor Konservasi Langsa.

“Informasi sudah kami sampaikan ke tim Resor Konservasi Langsa untuk segera menangani laporan terkait keberadaan harimau di kebun warga Aceh Timur,” kata Kamarudzaman.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, mengingat harimau sumatra adalah satwa yang dilindungi dan keberadaannya di dekat pemukiman dapat menimbulkan potensi konflik dengan manusia. Warga berharap pihak terkait segera mengambil tindakan untuk memastikan keselamatan warga dan kelestarian satwa liar tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *