BeritaPolitikSIAK

Di Tengah Defisit, Jakop Mulia Manurung SH Jemput Aspirasi Warga Tualang

×

Di Tengah Defisit, Jakop Mulia Manurung SH Jemput Aspirasi Warga Tualang

Sebarkan artikel ini

SIAK,FokusInvestigasi.com – Anggota DPRD Kabupaten Siak dari Fraksi Partai Perindo, Jakop Mulia Manurung, SH, melakukan jemput bola aspirasi masyarakat melalui agenda Reses II Masa Sidang II Tahun 2026 di Kecamatan Tualang, Selasa (7/4/2026).

Meski disambut antusias, pertemuan ini menjadi momen krusial bagi warga untuk menyuarakan keluhan di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang tidak sehat.

Dua lokasi menjadi titik fokus reses kali ini, yakni wilayah Toba 2 (RT 09/RK 08) dan pemukiman BTN Alam raya Km 8, Kampung Perawang Barat.

Persoalan klasik mengenai kerusakan jalan dan buruknya drainase mendominasi keluhan warga. Di Toba 2, Rensi Justina br Pakpahan menyoroti hancurnya akses jalan akibat kendaraan berat.

Senada dengan itu, Redison dan Feri Panjaitan dari BTN Alam raya juga mengeluhkan jalan lingkungan yang rusak serta ketiadaan semenisasi.

Menanggapi hal tersebut, Jakop memberikan penjelasan yang transparan namun pahit mengenai kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Siak.

“Saya bicara apa adanya, kita harus realistis. Saat ini Pemkab Siak sedang mengalami defisit anggaran. Bahkan, selama dua tahun saya menjabat, anggaran Pokir (Pokok Pikiran) DPRD pun ditiadakan karena kas daerah yang minim,” ujar Jakop secara terbuka di hadapan konstituennya.

Meski demikian, legislator Komisi III ini menegaskan bahwa dirinya tidak akan berpangku tangan. Ia telah mendokumentasikan titik-titik kerusakan untuk dikawal pada tahun anggaran berikutnya.

“Kita berharap pada tahun 2027 keuangan daerah kembali normal. Untuk kendaraan berat, saya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan guna langkah penertiban,” tambahnya.

Selain infrastruktur jalan, isu kesejahteraan tenaga pendidik mencuat tajam. Seorang guru sekolah agama melaporkan macetnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dari Kemenag sejak tahun 2016. Jakop berjanji akan segera memanggil Dinas Pendidikan untuk meminta solusi konkret.

Karto Butar Butar mengeluhkan kabel jaringan yang semrawut. Jakop meminta data detail untuk diteruskan langsung ke pihak PLN.

Rasfairil menyayangkan kondisi terminal yang tidak terawat. Terkait hal ini, Jakop berkomitmen melakukan follow-up agar bangunan yang sudah ada tidak menjadi sia-sia.

Meski mengakui ruang gerak pembangunan fisik saat ini terbatas akibat anggaran, Jakop memastikan fungsi pengawasan dan legislasi tetap berjalan maksimal. Baginya, reses bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan harapan bagi masyarakat Tualang.

“Aspirasi ini tetap saya tampung dan akan diperjuangkan semaksimal mungkin. Jika kondisi keuangan membaik di 2027, pembangunan di Dapil III harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pengurus RT/RW serta tokoh masyarakat tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan penyaluran bantuan sembako secara simbolis sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang hadir. (Muliya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *