SIAK,FokusInvestigasi.com – Wajah-wajah tegang saat pelajaran matematika dan sains seketika sirna di SDN 01 Suak Lanjut Kecamatan Siak Kabupaten Siak, Selasa (3/2). Alih-alih berkutat dengan rumus di papan tulis, ratusan siswa dari Kecamatan Siak dan Mempura justru bersorak saat melihat air berwarna pekat berubah bening dalam sekejap.
Kegiatan bertajuk “Belajar Jadi Seru” yang diinisiasi oleh mahasiswa KUKERTA Abhyudaya Siak Universitas Riau (UNRI) bersama dosen FMIPA UNRI ini berhasil mengubah persepsi siswa terhadap mata pelajaran yang selama ini dianggap “momok”.
Sesi pertama dibuka dengan demonstrasi fisika yang interaktif. Salah satu daya tarik utama adalah pembuatan Pamflote—alat musik dari sedotan dan plastisin yang mampu menghasilkan nada harmonis. Menariknya, karya ini merupakan proyek yang berhasil menembus Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sains itu ada di sekitar kita. Lewat eksperimen sederhana seperti magic water dan koin mengapung, siswa belajar prinsip alam tanpa merasa sedang didikte,” ujar Nindya Wulandari MSi, perwakilan dosen FMIPA UNRI di sela-sela kegiatan.
Beranjak ke sesi kedua, suasana semakin riuh dengan “Eksplorasi Matematika”. Bukan ujian tulis, melainkan kompetisi berbasis game yang menguji kecepatan dan ketepatan perkalian. Metode ini terbukti ampuh memicu adrenalin siswa untuk berkompetisi secara sehat sekaligus melatih daya ingat.
Puncak keseruan terjadi pada sesi “Cerdas Menghadapi Ular”. Di bawah pengawasan ketat para ahli, siswa tidak hanya diberi teori mengenai karakteristik reptil, tetapi juga diberi kesempatan berinteraksi langsung dengan ular yang ditampilkan. Edukasi ini bertujuan agar anak-anak memiliki kesiapsiagaan dan pengetahuan keamanan saat berhadapan dengan satwa di lingkungan mereka.
Ketua KUKERTA Abhyudaya Siak, Andrew Baker Hutapea menyatakan bahwa program ini adalah bentuk pengabdian nyata mahasiswa untuk meningkatkan literasi sains di pedesaan.
“Kami ingin meninggalkan kesan bahwa sekolah adalah tempat bermain yang berilmu. Melihat binar mata siswa saat berhasil memecahkan teka-teki matematika atau menyentuh ular dengan berani adalah pencapaian terbesar kami,” ungkapnya.
Kehadiran akademisi dari FMIPA UNRI ke tengah masyarakat Kampung Suak Lanjut diharapkan tidak hanya menjadi agenda satu hari, tetapi menjadi pemantik bagi guru-guru lokal untuk menerapkan metode pembelajaran yang lebih aplikatif.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, “Belajar Jadi Seru” sukses membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, materi sesulit apa pun dapat diterima dengan penuh sukacita oleh generasi penerus bangsa di Negeri Istana. (Muliya)
























