BeritaDPRDSIAK

Reses Marudut Pakpahan di Maredan Panas, Warga Keluhkan Debu Jalan dan Lampu Gelap, Dewan Siap Panggil Perusahaan!

×

Reses Marudut Pakpahan di Maredan Panas, Warga Keluhkan Debu Jalan dan Lampu Gelap, Dewan Siap Panggil Perusahaan!

Sebarkan artikel ini

SIAK,FokusInvestigasi.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak Daerah Pemilihan (Dapil) III Kecamatan Tualang, Marudut Pakpahan, S.H., dari Fraksi PDI Perjuangan, bergerak cepat menjemput aspirasi warga dalam kegiatan Reses I Masa Sidang I Tahun 2025, Bertempat di Aula Kantor Kampung Maredan Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Kamis (30/10)

Acara tersebut menjadi wadah dialog terbuka yang ‘panas’ dengan keluhan mendasar dari masyarakat.
Kegiatan reses ini dihadiri langsung oleh Penghulu Kampung Maredan, M. Idris beserta jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan ratusan warga Kampung Maredan.

Mengawali sambutannya, Penghulu Maredan, M. Idris, menekankan pentingnya momen ini.

“Saya berharap kepada masyarakat untuk menyampaikan keluh kesahnya di hadapan Bapak Dewan kita. Mudah-mudahan ada solusi untuk kemajuan Kampung Maredan yang kita cintai ini,” ujar Idris,

Reses adalah kegiatan anggota dewan menjemput aspirasi, sebagaimana disampaikan Marudut Pakpahan.

“Reses adalah, DPRD datang ke masyarakat untuk menjemput aspirasi,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab, pembahasan utama tertuju pada kondisi infrastruktur. Rahmad, salah seorang warga, menyampaikan keluhan yang sudah bertahun-tahun tak teratasi.

“Sudah sekian lama kami menghirup debu, karena jalan kami rusak. Kalau panas berdebu, kalau hujan jalanan becek. Kami sudah sering menyurati perusahaan, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Marudut Pakpahan langsung merespons keluhan tersebut dengan solusi konkret. Mengingat status jalan tersebut berada di area Hak Guna Usaha (HGU) PT Arara Abadi, anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan ini berjanji akan mengambil tindakan.

“Status jalan tersebut adalah HGU Arara Abadi. Saya akan tindak lanjuti perusahaan untuk melakukan penyiraman secara rutin,” jawab Marudut, disambut tepuk tangan warga.

Isu jalan kembali mengemuka melalui Saprizal Idang. Ia menagih janji PT Arara Abadi yang disebut-sebut akan melakukan pengaspalan jalan tersebut pada tahun 2025. “PT Arara Abadi berjanji akan mengaspal jalan ini dengan progres pada tahun 2025, tapi sampai saat ini sudah akhir 2025 belum juga ada progres,” kata Idang, memohon agar Marudut Pakpahan melakukan follow up kembali.

Menyikapi tuntutan warga, Marudut Pakpahan menyatakan kesiapan DPRD memfasilitasi pertemuan penting.

“Kami akan undang nanti ke DPRD, masyarakat bersama dengan perusahaan agar permasalahan jalan ini bisa segera selesai, dalam waktu dekat ini,” janjinya, menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan persoalan secara berimbang dan transparan.

Selain masalah jalan, masyarakat juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) yang berdampak pada keamanan. Yeni, warga gang depan masjid, memohon pemasangan lampu jalan.

“Kami bermohon penerangan untuk lampu jalan, karena anak-anak pulang mengaji, jalannya sangat gelap,” ungkapnya.

Lain lagi dengan Sita Roija, ia melaporkan kejadian pencurian fasilitas umum.

“Lampu jalan di SD tiang dan kabelnya sudah hilang dicuri, dan kondisi saat ini sangat gelap,” lapornya, yang menunjukkan perlunya tindakan preventif dan perbaikan segera.

Marudut menanggapi bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti hal tersebut.

“Kita akan koordinasi dengan desa di mana saja titik yang akan dipasang lampu, dan akan saya teruskan ke Dinas Perhubungan Kabupaten Siak,” tutup Marudut Pakpahan.

Di luar masalah infrastruktur, reses juga menjadi sarana bagi Marudut untuk mendata warga yang masih bermasalah dengan dokumen kependudukan seperti KTP, atau yang belum terdaftar di layanan sosial seperti BPJS, PKH, dan KIP, membuktikan bahwa penjemputan aspirasi menyentuh berbagai lapisan persoalan di masyarakat. (Muliya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *