BeritaJambi

JARI Tuding Ketua DPRD Khianati Rakyat, Abai Keluhan Warga Soal Kandang Ternak

×

JARI Tuding Ketua DPRD Khianati Rakyat, Abai Keluhan Warga Soal Kandang Ternak

Sebarkan artikel ini

JAMBI,FokusInvestigasi.com – Suhu politik di Kota Jambi memanas setelah Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jambi,Rabu (17/9).

Aksi ini menyoroti tudingan serius terhadap Ketua DPRD Jambi yang dianggap mengkhianati amanah rakyat dengan memprioritaskan kepentingan politik partai di atas suara warga.

​Pusat dari kritik tajam JARI adalah mandeknya rekomendasi pembongkaran kandang sapi dan kambing milik Sdr. Edi yang berlokasi di tengah permukiman warga. Kandang ini telah lama menjadi sumber keluhan akibat bau menyengat, limbah, dan potensi penyebaran penyakit. Namun, JARI menyebut DPRD, khususnya Ketua DPRD, seolah memilih bungkam dan mengabaikan keresahan publik.

​”Bagaimana mungkin DPRD yang seharusnya menjadi rumah rakyat justru menutup telinga terhadap penderitaan warga? Diamnya Ketua DPRD adalah bukti bahwa kursi rakyat telah berubah menjadi panggung dagang politik,” tegas Ketua Umum JARI, Wandi Priyanto, dalam orasinya yang berapi-api.

​Ironi semakin terasa saat mayoritas anggota DPRD tidak berada di tempat saat massa aksi datang, meninggalkan kursi-kursi kosong yang menjadi simbol lemahnya komitmen dewan terhadap aspirasi rakyat.

​Menanggapi situasi ini, JARI mendesak Ketua DPRD segera mengeluarkan rekomendasi resmi untuk pembongkaran kandang ternak tersebut. Menurut JARI, masalah ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut hak fundamental warga atas lingkungan yang sehat.

​Hendri Apriyandi, Sekretaris Jenderal JARI, menegaskan, “Jangan pernah bermain-main dengan kesabaran rakyat. DPRD bukanlah benteng partai, melainkan benteng aspirasi publik. Jika Ketua DPRD terus bersembunyi di balik bendera partai dan mengabaikan penderitaan warga, maka ia telah menodai demokrasi. Kami akan memastikan gelombang perlawanan rakyat tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan.”

​Aksi ini juga menjadi peringatan keras bagi para pejabat publik bahwa jabatan politik adalah mandat, bukan hak istimewa. Mengkhianati suara rakyat sama dengan meruntuhkan dasar kepercayaan demokrasi itu sendiri. JARI menekankan bahwa jika parlemen tetap bungkam, rakyat akan menemukan jalannya sendiri, dan gelombang perlawanan sosial tak akan bisa dibendung oleh sekat gedung parlemen yang selama ini mereka jadikan benteng kekuasaan.(Yulfi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *