SURABAYA,FokusInvestigasi.com – Badan Pimpinan Nasional (BPN) Asosiasi Tenaga Ahli dan Terampil Konstruksi Indonesia (APTAKSINDO) dan Asosiasi Perkumpulan Rekanan Jasa Konstruksi Indonesia (PERJASI) sukses menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III tahun 2026. Perhelatan yang mengusung tema “Bersatu Berkarya Membangun Negeri” ini berlangsung khidmat di Hotel Leedon & Suites, Surabaya, pada 12-13 Agustus 2026.
Munas ini menjadi ajang strategis yang dihadiri oleh jajaran Dewan Pendiri, Dewan Pertimbangan, Dewan Pembina, Ketua LPJK, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta berbagai pemangku kepentingan jasa konstruksi lainnya.
Ketua Pelaksana Munas III, Mohammad Syarifudin Abdillah, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa acara ini merupakan momentum penting untuk memperkokoh sinergi antara asosiasi dan pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan nasional. “Dengan semangat persatuan, kebersamaan, dan kerja nyata, APTAKSINDO dan PERJASI berkomitmen menjadi pilar pembangunan nasional yang solid, visioner, dan solutif,” tegasnya.
Selama dua hari, Munas fokus pada empat agenda krusial: evaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus pusat, penyempurnaan AD/ART agar relevan dengan UU Ormas dan regulasi sektor jasa konstruksi, perumusan program kerja, serta pemilihan kepengurusan periode 2026-2031.
Melalui forum demokrasi organisasi, Munas III resmi menetapkan:
●Husin Hasan Ali, S.E. sebagai Ketua Umum BPN APTAKSINDO periode 2026-2031.
●H. Ir. Supai M. Noor, M.M. sebagai Ketua Umum BPN PERJASI periode 2026-2031.
”Kami mengucapkan selamat kepada para Ketua Umum terpilih. Kami optimistis, di bawah kepemimpinan beliau, organisasi akan semakin profesional dan berdaya saing,” ujar Abdillah.
Salah satu poin rekomendasi paling mendesak dari Munas ini adalah seruan kepada LPJK Pusat untuk mengembalikan fungsi pembinaan kepada asosiasi. Menurut BPN APTAKSINDO dan PERJASI, asosiasi adalah garda terdepan yang paling memahami tantangan dan kebutuhan nyata di lapangan. Penguatan peran asosiasi dinilai krusial guna menjamin tata kelola jasa konstruksi yang sehat dan berintegritas sesuai amanat UU Jasa Konstruksi.
Menyerap aspirasi dari daerah, Munas III juga merumuskan tiga rekomendasi kebijakan untuk Pemerintah Pusat:
●Stabilisasi Harga Material: Mitigasi dampak kenaikan harga semen, aspal, dan BBM terhadap biaya proyek.
●Penyesuaian HPS Nasional: Mendorong penyesuaian Harga Perkiraan Sendiri (HPS) agar lebih realistis dengan kondisi pasar.
●Pemberdayaan UMKM Konstruksi: Meningkatkan dukungan agar pelaku UMKM konstruksi mampu bersaing dalam proyek pemerintah.
Di sisi lain, APTAKSINDO berkomitmen mendukung program Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas SDM. Langkah nyata yang akan diambil adalah kerja sama strategis dengan BNSP dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di bidang Pertambangan Galian C guna melahirkan tenaga kerja konstruksi yang bersertifikasi dan kompeten.
Mengakhiri rangkaian acara, panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang mendukung suksesnya Munas III, termasuk Dewan Pendiri Bapak R. Mohammad Ali, Ketua LPJK Dr. Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, serta jajaran pemerintah dan mitra strategis lainnya.
”Semoga Munas III ini menjadi titik balik bagi APTAKSINDO dan PERJASI untuk terus memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan sektor jasa konstruksi di Indonesia,” pungkas Abdillah.
(Redho Fitriyadi)





























