SIAK,FokusInvestigasi.com – Suasana sore di jalanan protokol Kota Perawang tampak berbeda dari biasanya. Di tengah arus padat pekerja industri yang pulang beraktivitas, puluhan relawan dengan seragam khas putih-biru tampak sibuk menyapa warga dengan ramah.
Bukan sekadar sapaan, kehadiran para relawan dari Yayasan Buddha Tzu Chi (Xie Lie Perawang 1) ini membawa pesan solidaritas melalui aksi berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Senin (16/3/2026).
Sebanyak 400 paket makanan berbuka puasa (takjil) dibagikan di dua titik strategis, yakni Jalan Lintas Perawang-Minas KM 6 dan kawasan Jalan Pipa KM 5. Lokasi ini dipilih secara khusus untuk menjangkau para pekerja industri yang seringkali masih berada di perjalanan saat azan magrib berkumandang.
Ketua Xie Lie Tzu Chi Perawang 1, Mettayani, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan manifestasi dari nilai universal cinta kasih yang tidak memandang latar belakang keyakinan.
“Ini adalah wujud penghormatan kami kepada saudara-saudara Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kami percaya bahwa saat tangan memberi, hati pun ikut dipenuhi kebahagiaan. Di sini kita belajar bahwa kepedulian tidak mengenal batas perbedaan,” ujar Mettayani di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat Tualang.
“Harapan kami, masyarakat bisa merasakan ketulusan ini. Kami juga membuka pintu lebar bagi siapapun yang ingin bergabung menjadi relawan agar jangkauan bantuan sosial kita semakin luas ke depannya,” imbuhnya.
Tak hanya paket takjil, aksi kemanusiaan ini sebelumnya telah menyasar masyarakat rentan. Sebanyak 300 paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, dan mi instan telah disalurkan kepada warga lanjut usia (lansia) serta kaum dhuafa di empat kampung dan satu kelurahan di Kecamatan Tualang.
Pendekatan door-to-door dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan memberikan kesempatan bagi para relawan untuk berinteraksi langsung dengan penerima manfaat.
Kehadiran para relawan ini disambut hangat oleh warga. Rina, salah seorang pekerja industri di Perawang, mengaku sangat terbantu dengan paket makanan yang ia terima saat terjebak kemacetan jam pulang kerja.
“Sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang bekerja sampai sore. Jadi tidak perlu terburu-buru mencari takjil atau memasak lagi untuk berbuka. Terima kasih atas perhatiannya, semoga para relawan selalu diberkahi,” ucap Rina.
Aksi sosial yang dilakukan Yayasan Buddha Tzu Chi ini menjadi potret nyata kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Siak, di mana nilai-nilai kemanusiaan menjadi jembatan pemersatu di tengah keberagaman masyarakat. (Muliya)
























