BeritaKab.SiakLingkungan

Dugaan Workshop dan Pul Mobil Picu Invasi Truk Besar di Perawang, Dishub Siak Bungkam?

×

Dugaan Workshop dan Pul Mobil Picu Invasi Truk Besar di Perawang, Dishub Siak Bungkam?

Sebarkan artikel ini

Siak,Fokusinvestigasi.com – Fenomena truk-truk besar yang kian marak melintas di jalur dalam Kota Perawang menjadi sorotan tajam warga. Pasalnya, keberadaan kendaraan berat tersebut disinyalir menjadi penyebab utama kerusakan jalan dan mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

Kuat dugaan, aktivitas workshop dan pul mobil yang beroperasi di sekitar kota menjadi pemicu utama situasi ini.

Pantauan di lapangan menunjukkan, truk-truk dengan tonase besar terlihat lalu lalang, terutama pada jam-jam sibuk. Kondisi ini diperparah dengan ruas jalan kota yang relatif sempit dan padat aktivitas masyarakat, mulai dari anak sekolah hingga pedagang kaki lima.

Warga pun geram dan mempertanyakan kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Siak yang terkesan tidak berdaya menertibkan.

“Ini bukan lagi soal ketidaknyamanan, tapi sudah mengancam keselamatan kami. Jalan jadi rusak, macet, dan rawan kecelakaan,” ujar salah seorang warga Perawang yang enggan disebutkan namanya.Senin (14/4/).

Ia menambahkan, keberadaan workshop dan pul mobil di dalam atau dekat kota diduga kuat menarik truk-truk besar untuk masuk ke jalur yang seharusnya steril dari kendaraan berat.

Keresahan warga ini bukan tanpa alasan.

Beberapa waktu lalu, kecelakaan yang melibatkan truk besar di dalam kota sempat terjadi, truk tabrak fasum (Trotoar Km 9), roda truk lepas merusak pintu ruko warga, menimbulkan kerugian materiil dan trauma bagi warga sekitar.

Namun, ironisnya, kondisi ini seolah terus berulang tanpa ada tindakan tegas dari pihak terkait.

Pertanyaan pun muncul, kemana Dishub Siak selama ini? Padahal, rambu-rambu larangan truk masuk kota sudah jelas terpasang. Namun, kenyataannya di lapangan justru berbanding terbalik.

Diduga, lemahnya pengawasan dan penegakan hukum menjadi celah bagi para sopir truk untuk terus melanggar aturan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dishub Kabupaten Siak terkait permasalahan ini. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat juga belum mendapatkan respons.

Warga Perawang berharap, pihak terkait, terutama Dishub Siak, segera mengambil tindakan nyata untuk menertibkan truk-truk besar yang melintas di dalam kota.

Penertiban ini dinilai krusial demi menjaga keselamatan pengguna jalan, mencegah kerusakan infrastruktur jalan yang lebih parah, dan menciptakan ketertiban di Kota Perawang.

Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin kondisi ini akan semakin parah dan menimbulkan dampak yang lebih buruk bagi masyarakat. (Muliya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *