Labuhanbatu, Fokusinvestigasi.com – Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu kembali menjadi sorotan. Pagar pengaman Sekolah Dasar (SD) Negeri 13 Kecamatan Rantau Utara tampak menganga dan rusak parah. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan para siswa serta masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Meskipun lokasi sekolah terletak di Jalan Menara dan berada persis di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, potensi bahaya tersebut terkesan dibiarkan tanpa penanganan cepat dari pihak berwenang.
Berdasarkan pantauan langsung tim awak media di lapangan, terlihat pemandangan yang sangat memprihatinkan. Sejumlah siswa tampak memanjat struktur beton pagar yang sudah tidak lagi memiliki pagar pengaman. Tanpa adanya pembatas yang memadai, area tersebut menjadi sarana berisiko tinggi yang dapat memicu kecelakaan fisik bagi para peserta didik.
Selain menjadi area aktivitas sekolah, lintasan tersebut merupakan jalan alternatif yang kerap dilalui warga sekitar. Letak jalan yang berdempetan langsung dengan benteng beton tanpa pembatas pengaman meningkatkan risiko terjadinya cedera, baik bagi pejalan kaki maupun anak-anak sekolah yang melintas setiap hari.
”Sungguh luar biasa pihak Dinas Pendidikan. Jelas-jelas ini satu ancaman bagi siswa-siswi maupun pengguna jalan yang melintas di situ. Mana lah mungkin pihak Dinas Pendidikan tidak mengetahui pagar sekolah tersebut telah rusak tanpa ada pengamannya lagi, sangat mustahil,” ujar salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait tidak menunggu timbulnya korban jiwa sebelum mengambil tindakan nyata. Keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah harus menjadi prioritas utama dalam alokasi pemeliharaan fasilitas publik.
”Seharusnya pihak Dinas Pendidikan harus cepat tanggap, jangan dibiarkan terus begitu. Ini persoalan keselamatan anak-anak didik. Mereka harus cepat ambil sikap untuk memperbaiki pagar yang telah rusak itu. Segera harus diperbaiki, utamakan keselamatan,” tegas warga tersebut menambahkan.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, S.H., guna meminta klarifikasi serta langkah penyelesaian atas kondisi fasilitas sekolah tersebut. Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak Kepala Dinas Pendidikan belum memberikan jawaban resmi terkait rencana perbaikan atau penanganan darurat di lokasi.





























