AdvertorialPemerintahanProv.Lampung

Sosial Budaya Menjadi Prioritas Utama di Musrenbang Kelurahan Purwoasri.

66
×

Sosial Budaya Menjadi Prioritas Utama di Musrenbang Kelurahan Purwoasri.

Sebarkan artikel ini

Metro, Lampung.

Kelurahan Purwoasri dan Kelurahan Purwosari menggelar kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan ( Musrenbang ) anggaran tahun 2025, tingkat kelurahan yang berlangsung di Aula Serbaguna di masing masing kelurahan dimaksud, selasa 20/02/2024.

Hadir di kegiatan tersebut, Wakil Walikota Metro Drs H Qomaru Zaman MA, Staf ahli bidang 1 dr Hj Silfia Naharani, serta segenap jajaran Kepala Dinas Pemkot Metro.

Selanjutnya Wakil Walikota saat wawancara dengan awak Media mengutarakan ; Bila kehadirannya di Kegiatan Musrenbang ini merupakan gerak cepat dalam rangka mendengarkan dan melihat langsung apa yang menjadi usulan masyarakat dalam membangun wilayahnya.

Tentunya masing masing sesuai dengan kebutuhannya, masing masing juga punya potensi Penguatan kota Metro pada dua kelurahan ini.

Pendekatannya berbeda, kalau kelurahan purwosari lebih kepada Infrastruktur sementara kalau Kelurahan Purwoasri lebih kepada Sosial Budaya dan Ekonomi, ucapnya.

Karena kelurahan Purwoasri Infrastrukturnya sudah lumayan bagus sehingga kedepan harus lebih dipotret lagi.

Untuk ekpektasi penguatan ekonomi bagai mana Purwoasri termasuk Purwosari, jadi harus dicek 22(dua puluh dua ) kelurahan dikota metro sesuai potensinya masing masing, ujarnya.

Nah untuk kelurahan purwoasri  mengkhususkan untuk Sosial Budaya seperti Tempat tempat Ibadah, kemudian Honor para pemangku Agama contohnya ;  Guru ngaji dan lain sebagainya.

Kalau guru ngajinya harus ditambah menjadi 4(empat) atau 5(lima) disetiap kelurahan ya harus kita dorong terus itu salah satunya.

Tempat Pendidikan Anak atau Pendidikan Alqur’an, ya harus hidup pemerintah hanya membantu mensuport serta sedikit memberi perangsang untuk mereka semangat. Katanya.

Adakah wacana Pemkot Metro akan mereboisasi atau peremajaan atau pergantian hutan lindung kota yang keberadaannya di taman wisata Capit urang yang saat ini mangkrak serta pohon pohonnya sudah banyak yang lapuk mati, tanya awak Media ini.

Tempo hari sudah pernah dibahas tetapi baru pada level tertentu belum pada tehnis, sudah dibahas bagaimana memanfaatkan area itu supaya diberdayakan dan punya nilai produktif.Pungkas Wakil Walikota.

Reporter : Glenk Susanto as.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *