BeritaKab.Siak

Masjid Nur Iman Mess Supir Dihancurkan, Pimpinan IKPP dan Humas Arara Abadi Bungkam

1164
×

Masjid Nur Iman Mess Supir Dihancurkan, Pimpinan IKPP dan Humas Arara Abadi Bungkam

Sebarkan artikel ini

SIAK,fokusinvestigasi.com – Masjid Nur Iman yang selama berpuluh tahun menjadi tempat ibadah bagi umat mulsim yang berlokasi di lahan HGB PT IKPP Mill Perawang tepatnya di mess supir kampung pinang sebatang barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak sudah dalam keadaan hancur dan akan rata dengan tanah dalam beberapa waktu kedepan.

Pantauan awak media Fokusinvestigasi.com, seluruh lokasi perumahan mess supir sudah dalam keadaan rata dengan tanah, bahkan masjid Nur Iman yang merupakan satu satunya mesjid yang berada di perumahan tersebut juga hampir rata dengan tanah. Selasa (18/06/2024)

Menurut pemberitaan sebelumnya, pihak perusahaan IKPP Perawang menyurati seluruh masyarakat yang tinggal mess supir harus mengosongkan perumahan tersebut sampai tanggal 10 mei 2024 lalu, namun pada saat itu dibantah oleh Penghulu Pinang Sebatang Barat, karena pihaknya masih melakukan perundingan kepada masyarakat sekitar.

Masyarakat yang tinggal di mess supir tersebut juga merasa terkejut dengan surat yang diedarkan oleh perusahaan raksasa tersebut (PT IKPP), karena masyarakat merasa kecewa dengan keputusan tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya, sementara ada sebanyak 240 KK masyarakat PSB yang tinggal di mess supir tersebut.

Saat dikonfirmasi kepada salah seorang warga sekitar mess supir tersebut yang akrab disapa dengan sebutan pak de, dirinya mengatakan bahwa pembongkaran mess supir tersebut sudah berlangsung selama tiga minggu sampai hari ini, dan untuk mesjid nurul iman, pihak perusahaan yang bernama Fitriadi, pengurus mesjid Nur Iman, dan penghlu kampung pinang sebatang barat memutuskan bahwa mesjid alat beserta bangunan dihibahkan kepada sekolah Tahfis Imam Ashabul Kahfi, dan untuk menghancurkan mesjid, dirinya juga mengungkapkan bahwa pengurus masjid membayar kepada pekerja untuk menghancurkan masjid tersebut sebesar Rp. 5.000.000- dan dana tersebut berasal dari infaq jamaah masjid nur iman.

Pada bangunan mesjid Nur Iman yang hampir rata dengan tanah tersebut, terlihat banyak kertas ditempel yang bertuliskan bahwa bangunan masjid ini sudah dihibahkan kesekolah Tahfis Imam Ashabul Kahfi, dilarang memasuki lingkungan mesjid.

Saat dikonfirmasi kembali kepada penghulu kampung Pinang Sebatang Barat, Rudi Hardianto mengatakan bahwa penghancuran masjid nur iman tersebut merupakan musyawarah dari pengurus masjid nur iman.

“itu merupakan hasil musyawarah dari pengurus masjid nur iman, karena bangunan masjid merupakan hasil swadaya dari masyarakat mess supir, material dihibahkan ke rumah tahfis, daripada diambil orang lain, lebih bagus dihibahkan oleh mereka,” katanya.

Irwansah yang merupakan Humas PT Arara Abadi, saat dikonfirmasi melalui via telepon whatsapp, belum memberi tanggapan terkait dengan penghancuran masjid satu satunya di jalan industri kampung pinang sebatang barat tersebut.

Saat dikonfimasi kepada pimpinan PT IKPP Mill Perawang, Hasanudin The, tidak menjawab pesan whatsapp dari awak media ini. (Muliya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *